Cara Menanam Cabe Rawit

Cara Menanam Cabe Rawit

Cara menanam cabe rawit – Cabe adalah salah satu tanaman yang paling sering ditanam oleh masyarakat Indonesia, pohonnya yang kecil dan cita rasanya yang pedas sangatlah menggiurkan lidah orang Indonesia. Di indonesia sendiri memiliki tanaman cabe yang berupa – rupa jenisnya. namun salah satu jenis yang paling dikenal dan yang paling disukai adalah cabe rawit ini.

Cabe Rawit

cara menanam cabe rawit

Salah satu jenis cabe yang sangat digemari adalah cabe rawit, cabe ini memliki bentuk yang lumayan kecil namun memiliki rasa pedas yang sangat menyengat sehingga membuatnya sempurna untuk dimakan secara langsung ataupun dimasak. Dikarenakan cabe rawit sangatlah digemari oleh masyarakat Indonesia, menyebabkan tanaman cabe rawit ini memiliki nilai yang lumayan mahal dipasaran Indonesia.

Oke langsung saja menuju ke-pokok pembahasan,

Cara Menanam Cabe Rawit Yang Baik Dan Benar

Cabe rawit adalah tumbuhan yang mudah untuk ditanam dan dapat tumbuh di mana saja. Namun walau dapat tumbuh dimana saja, tentunya ada cara menanam cabe rawit yang dapat membuatnya tumbuh dengan lebih optimal. Cabe rawit lebih baik untuk ditanam didataran rendah dengan ketinggian 0 – 500 mdpl. Ketika tanaman ini ditanam pada dataran tinggi diatas 500 mdpl, maka akan membuat priduktifitas pertumbuhan cabe ini sangat berkurang.

Berikut ini beberapa cara menanam cabe rawit yang baik dan benar :

cara menanam cabe rawit

1. Siapkan Bibit/Benih Cabe Rawit Untuk Persemaian

Untuk benih cabe rawit, kamu bisa memilihnya dari bibit/benih cabe lokal maupun bibit/benih cabe hibrida. Agar membuat bibit/benih cabe rawit dapat berkecambah dengan lebih cepat, bibit/benih cabe rawit dapat direndam terlebih dahulu dengan menggunakan air rendaman bawang merah. Kandungan ZPT pada bawang merah dapat merangsang akar dan mempercepat perkecambahan pada bibit/benih cabe rawit. Setelah bibit/benih cabe rawit direndam, kemudian lakukan persemaian. Untuk waktu persemaian dapat berkisar selama 25 hari .

2. Proses Penanaman Cabe Rawit

– Bajak lahan yang telah disiapkan dengan kedalaman 40 cm.

– Pasang lanjaran pada tempat penanaman agar tanaman cabe rawit dapat berdiri dengan kokoh ketika tumbuh nanti.

– Tanam cabe rawit yang telah disemai dapat langsung disiram agar cabe rawit yang ditanam tidak menjadi layu.

– Jika menanam pada musim hujan, pasang jarak tanam sebesar 80 x 60 cm. Namun jika menanam pada musim kemarau, pasang jarak tanam sebesar 70 x 60 cm.

Hal ini berguna agar tanaman yang ditanam pada musim hujan tidak terlalu lembab dan membuat penyakit yang berkembang akibat tanah yang lembab. Dan juga dengan sebaliknya, hal ini berguna agar tanah dan tanaman tidak kering lalu mati ketika musim panas berlangsung. Jika tanah yang digunakan kekurangan unsur hara, maka dapat ditambahkan pupuk pada tanahnya.

3. Proses Perawatan

– Bersihkan gulma liar yang berada disekitar tanaman cabe rawit. Hal ini berguna agar gulma liar tidak dapat mendatangkan penyakit atau hama.

– Lakukan penyiraman jika diperlukan, sesuaikan penyiraman dengan kondisi yang terjadi, jika musim hujan maka tidak perlu melakukan penyiraman. Namun jika musim kemarau, lakukanlah penyiraman sesering mungkin.

– Untuk pemupukan yang pertama kali, lakukanlah setelah cabe rawit ditanam selama 2 minggu, dan kemudian setiap 1 minggu di waktu selanjutnya.

4. Proses Pencegahan Hama Dan Penyakit Pada Cabe Rawit

Tanaman cabe rawit sangatlah rentan terhadap hama ulat, keong, jangkrik, dan lalat buah. Sedangkan untuk penyakitnya adalah bercak pada daun, batang yang busuk dan buah yang busuk. Untuk mencegah ini, kamu dapat melakukan penyemprotan inseksida dan fungisida.

Itulah 4 cara menanam cabe rawit yang baik dan benar menurut tokopupuk.net, apa kamu ingin langsung mempraktekannya?

Jika kamu membutuhkan pupuk khusus cabe rawit, silahkan klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *