Posts Tagged ‘Tanaman Kakao’
Pupuk | pupuk kakao | kakao | pupuk coklat | coklat | budidaya kakao | usaha tani kakao | makalah pupuk | jurnal pupuk | budidaya pertanian | agronomi | fertilizer | toko pupuk | pengaruh pupuk | jual pupuk | industri pupuk | pemupukan Bibit yang digunakan adalah bibit kakao unggul yaitu klon kakao lindak GC 7 (potensi hasil 2,035 kg/ha/tahun), ICS13 (potensi hasil 1,827 kg/ha/tahun), klon yang toleran terhadap penyakit busuk buah (KW 25, KW 32, KW 33 dan KW 38); klon unggul kakao mulia DRC 16 (potensi hasil 1,735 kg/ha/tahun), DR2 dan DR 38 yang tahan terhadap PBB. Pemupukan dilakukan 2,5 bulan setelah pemangkasan dengan urea 200 g, SP-36 25 g, dan KCl 170 g/pohon. Pemupukan dilakukan tiga kali per tahun. Pemupukan juga dapat dilakukan melalui daun menggunakan urea 5% atau pupuk daun formulasi pabrik 0,2% setelah 2,5 bulan pemangkasan dan diulangi setiap bulan dengan jumlah larutan kurang lebih 500 ml/ha.
Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan menggunakan pendekatan pengendalian hama terpadu (PHT) yang difokuskan pada pencegahan dan eradikasi. Pengendalian hama dilakukan dengan penyarungan buah muda menggunakan kantong plastik. Di samping itu, pemeliharaan tanaman dilakukan pula dengan pemangkasan eradikasi (sebelum dipangkas tanaman disemprot insektisida piretroit), perampasan buah, pengendalian biologis, pengendalian kimiawi, dan penggunaan ZPT. Pengendalian hama terpadu dapat juga dilakukan menggunakan agen hayati Beauveria bassiana. Panen dilakukan setelah buah masak yaitu 20-21 minggu setelah pembuahan. Untuk menurunkan kadar air biji hingga sekitar 60%, dapat digunakan mesin pengering biji kakao dengan memanfaatkan panas dari mesin diesel 60 HP, penggerak kipas/blower dengan daya 4 HP, 3.600 rpm dengan kapasitas pengeringan 1,5 ton. Untuk merehabilitasi tanaman kakao yang tidak produktif lagi, dapat diterapkan teknologi sambung samping . Penanganan pascapanen dilakukan melalui beberapa cara. Untuk memperbaiki dan membentuk cita rasa khas coklat serta mengurangi rasa pahit dan sepat pada biji dapat digunakan alat fermentasi. Untuk pengeringan biji dapat digunakan alat pengering mekanis yang mampu mengurangi kandungan air biji setelah proses fermentasi selesai. Biji yang seragam dimasukkan ke dalam karung goni lalu disimpan dalam gudang dengan tumpukan maksimum 5 karung. Karung diletakkan di atas palet kayu setinggi 10 cm dari lantai gudang. Pupuk | pupuk kakao | kakao | pupuk coklat | coklat | budidaya kakao | usaha tani kakao | makalah pupuk | jurnal pupuk | budidaya pertanian | agronomi | fertilizer | toko pupuk | pengaruh pupuk | jual pupuk | industri pupuk | pemupukan |



