Posts Tagged ‘sapi’

Teknologi Integrasi Sawit dan Ternak

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pertanian

kabar baru tentang Teknologi Integrasi Sawit dan Ternak.

Teknologi Integrasi Sawit dan Ternak

Pelepah sawit tidak lagi menjadi limbah, namun dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Kendati demikian, tidak dapat langsung “disuguhkan” dan harus melalui proses pencacahan terlebih dahulu dengan menggunakan mesin pencacah (chopper). Untuk menambah nutrisi pada sapi, lumpur sawit yang selama ini juga dianggap sebagai limbah, setelah melalui proses fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai pakan.

sawit dan ternak

Tim Badan Litbang Pertanian berkunjung ke PT Perkebunan Nusantara VI unit usaha Batanghari di desa Muhajirin dalam rangka peninjauan lebih dekat mengenai program integrasi sapi – sawit yang telah diterapkan oleh PTPN VI. Sebuah program yang memanfaatkan limbah sawit seperti daun, pelepah, lumpur maupun bungkil sawit sebagai pakan ternak sapi. Program bernama Sistem Integrasi Sawit Ternak ini telah diterapkan oleh PTPN VI.

Teknologi Integrasi Sawit dan Ternak

Informasi di lapangan menyatakan bahwa 40 ekor sapi yang semula datang dalam keadaan kurus, setelah diberi ransum hijauan pelepah sawit dan nutrisi dari lumpur serta bungkil sawit, kondisi perkembangan sapi sangat baik.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono menegaskan bahwa keberhasilan sudah di depan mata, oleh karenanya perlu dikembangkan agar program pemerintah untuk mengejar swasembada daging sapi dapat segera terwujud.

Adanya program ini diharapkan terjadi siklus yang berkesinambungan. Artinya pelepah sawit yang di potong tidak lagi menjadi limbah namun dimanfaatkan sebagai pakan sapi lalu akan kembali lagi menjadi pupuk tanaman melalui kotoran sapi yang bisa diolah dalam bentuk pupuk.

Demikian tentang Teknologi Integrasi Sawit dan Ternak.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Tidak Potong Sapi Produktif, Petani Bakal Dapat Uang

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Ulasan berita tentang Tidak Potong Sapi Produktif, Petani Bakal Dapat Uang.

Kementerian Pertanian memberikan dana Rp 500 ribu kepada setiap petani agar tak memotong sapi produktif. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, menjelaskan anggaran itu akan diberikan kepada setiap kelompok petani yang berisi 10-20 orang. Setiap kelompok ini memelihara sekitar 40 sapi betina.

Tidak Potong Sapi Produktif, Petani Bakal Dapat Uang

“Uang yang diberikan kepada kelompok itu nantinya untuk biaya pakan,” kata Syukur saat ditemui di sela Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi Pertanian di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2012.

Tahun ini direktorat yang dipimpin Syukur mendapat alokasi dana sebesar Rp 2,2 triliun. Dari jumlah itu sekitar Rp 400 juta dialokasikan untuk program penyelamatan sapi betina produktif. Selain itu, hingga akhir Maret ini penyerapan anggaran di Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan harus mencapai 25 persen.

“Kontribusi paling besar dari penyerapan ini adalah fokus ke penyelamatan sapi betina produktif. Kami juga ada pemberian insentif kepada provinsi yang komitmen melakukan pemeliharaan sapi betina produktif,” katanya.

Prioritas Kementerian Pertanian dalam penyelamatan sapi betina produktif ini, lanjut Syukur, demi mencapai target swasembada daging pada 2014. Berdasarkan hasil sensus ternak yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, populasi sapi potong sebesar 14,8 juta ekor, sapi perah 600 ribu ekor, dan kerbau 1,3 juta ekor. Dengan demikian jumlah populasi ternak secara keseluruhan mencapai 16,7 juta ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Syukur Iwantoro mengakui kebutuhan daging sapi 2012 bisa dipenuhi dari potensi pasokan sapi lokal sebanyak 3 juta ekor. Pemerinciannya, sapi potong 2,7 juta ekor, sapi perah 22 ribu ekor, dan kerbau 348 ribu ekor. “Target kenaikan populasi sapi diperkirakan 5,32 persen per tahun,” ujarnya.

Tidak Potong Sapi Produktif, Petani Bakal Dapat Uang

Namun, untuk mencapai swasembada daging itu, pemerintah masih kesulitan mengatasi tingginya angka pemotongan sapi betina produktif, sehingga dikhawatirkan populasi sapi lokal tidak bisa memenuhi kebutuhan daging.

Tingginya angka pemotongan sapi betina produktif, kata Syukur, harga yang lebih murah dibanding sapi jantan. Perbedaan harganya bisa mencapai 20 persen dari sapi jantan. Jika sapi jantan lokal di tingkat peternak dijual seharga Rp 22 ribu per kilogram bobot hidup, harga sapi betina sekitar Rp 18 ribu per kilogram bobot hidup.

Alasan lainnya, kebanyakan pemotongan terjadi di Indonesia bagian timur yang akses jalannya sulit dijangkau. Alhasil peternak lebih memilih memotong sapi betinanya di tempat karena tidak mau menanggung biaya angkut. Tidak hanya itu, ketersediaan pakan sapi juga menjadi kendala terbesar untuk pemeliharaan sapi di daerah Indonesia timur.Tempo.co

Demikian kabar mengenai Tidak Potong Sapi Produktif, Petani Bakal Dapat Uang.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Icon pupuk
berkualitas
Icon ijin PPI
kementan RI
Icon harga
terjangkau
Icon kirim
nusantara
Icon untung
dijual kembali
Icon no
minimum order
Icon cocok
semua tanaman
Icon Pupuk
Non Subsidi
Icon layanan
pasca jual