Posts Tagged ‘pupuk bersubsidi’

Bulan Oktober : jatah pupuk bersubsidi sirna

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Ini tentang kabar Bulan Oktober 2012: jatah pupuk bersubsidi sirna.

Bulan Oktober : jatah pupuk bersubsidi sirna

Para petani siap-siap saja merogoh kantong lebih dalam, sebab kuota pupuk bersubsidi hanya cukup sampai bulan Oktober mendatang. Jika pemerintah tidak segera mengalokasikan dana tambahan subsidi, petani terpaksa membeli pupuk dengan harga lebih mahal.

Terbatasnya cadangan pupuk murah bisa jadi imbas turunnya anggaran subsidi pupuk tahun ini. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2012, subsidi pupuk dialokasikan sebesar Rp 16,94 triliun. Tapi, di APBN Perubahan 2012, jatah subsidi pupuk dipangkas 17,6% atau Rp 2,98 triliun sehingga tinggal Rp 13,9 triliun.

Angka subsidi itu bahkan jauh lebih rendah ketimbang alokasi di APBN Perubahan 2011 lalu yang mencapai Rp 18,8 triliun. Akibatnya, Rusman Heriawan, Wakil Menteri Pertanian bilang, untuk musim tanam pada Oktober mendatang, kemungkinan petani tidak lagi bisa membeli pupuk bersubsidi.

Tapi, Rusman berjanji mengusahakan ada tambahan kuota pupuk bersubsidi. “Oktober nanti kemungkinan ada dua opsi bagi petani,” kata Rusman beberapa hari lalu. Pertama, petani membeli pupuk dengan harga tanpa subsidi. Konsekuensinya, produksi beras akan turun karena petani tidak bisa menggarap lahan secara maksimal.

Kedua, pemerintah menambah kuota pupuk subsidi untuk kebutuhan bulan Oktober hingga Desember dengan pembayaran menggunakan anggaran tahun depan. “Nanti akan dibicarakan lagi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” kata Rusman.

Bulan Oktober : jatah pupuk bersubsidi sirna

Viva Yoga Mauladi, anggota Komisi IV DPR, mengatakan, penambahan subsidi pupuk harus dibicarakan dengan DPR. “Sebenarnya sudah dianggarkan di APBN-P 2012. Kenapa kuota pupuk bisa jebol, bagaimana sistem penyalurannya?” ujarnya.

Menurut dia, untuk menambah kuota pupuk subsidi tidak bisa dilakukan lewat mekanisme APBN-P jilid dua. Pemerintah harus membenahi distribusi pupuk agar tepat sasaran, sehingga cukup hingga akhir tahun.

Bustanul Arifin, pengamat pertanian bilang, petani bisa panik jika pupuk subsidi habis saat masa tanam Oktober nanti. Nah, sebelum itu terjadi ada baiknya pemerintah mengevaluasi rantai distribusi pupuk subsidi.
Kontan.com

Demikian tentang Bulan Oktober 2012: jatah pupuk bersubsidi sirna.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Pelanggaran : Pengalihan Pupuk Bersubsidi ke Perkebunan

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Berikut kabar tentang Pelanggaran : Pengalihan Pupuk Bersubsidi ke Perkebunan.

Pelanggaran : Pengalihan Pupuk Bersubsidi ke Perkebunan

Anggota Komisi IV DPR, Muhammad Jafar Hafsah mengatakan pengawasan peredaran pupuk bersubsidi perlu diperketat. Pasalnya, pupuk yang disubsidi pemerintah Rp 13,95 Triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini rawan penyelewengan.

Menurut mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan di Kementrian Pertanian ini, penggunaan pupuk bersubsidi di area perkebunan sudah melanggar, apalagi kalau dijual ke luar negeri. Kata dia, pupuk yang disubsidi pemerintah hanya diperuntukkan di area persawahan.

“Kalau dipindahkan saja penggunaannya sudah salah besar. Dari peruntukannya sawah kemudian digunakan d kebun itu bisa dikenakan sanksi. Makanya pengawasan harus ketat dari kebocoran,” kata Jafar di sela-sela kunjungan kerjanya di Soppeng, Sulawesi Selatan  Kamis (10/5).

Pelanggaran : Pengalihan Pupuk Bersubsidi ke Perkebunan

Jafar menjelaskan tim pengawas pupuk bersubsidi ini sudah terbentuk. Kata dia, tim pengawas ini terdiri dari polisi, jaksa dan pemerintah. “Pengawasannya harus diperketat lagi karena banyak temuan yang memanfaatkan pupuk bersubsidi ini. Tidak hanya berpuluh ton tapi sudah ribuan ton. Semua ada cukongnya, perampok juga pake cukong makanya, cukong itu ditangkap beserta jaringannya,” katanya.

Jafar mengatakan pupuk bersubsidi pada dasarnya akan merangsang terjadinya black market karena terjadi selisih harga di pasaran. Makanya kata dia, dengan perbedaan harga ini, hak-hak dari petani harus dijamin dari pengawasan yang ketat untuk menghindari kebocoran pupuk bersubsidi.

“Sama juga seperti subsidi BBM atau lainnya. Dengan adanya subsidi berarti ada perbedaan harga nyata di pasaran. Selisih harganya bisa dijadikan bisnis ilegal,” pungkasnya.
jpnn

Itulah informasi Pelanggaran : Pengalihan Pupuk Bersubsidi ke Perkebunan.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Pelindo III : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita, Pertanian

Berikut kabar tentang Pelindo 3 : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar.
.

Pelindo 3 : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) berkomitmen mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi dengan  layanan bongkar muat yang baik di seluruh wilayah kerjanya, kata Manajer Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak Edwardnul Djohar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kinerja PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak yang bertindak sebagai perusahaan bongkar muat (PBM) dengan membongkar pupuk subsidi sejumlah 32.412 ton, katanya dalam siaran pers di Surabaya, Jumat (18/5).

“Hal tersebut sesuai dengan hasil ‘draft survey’ oleh surveyor yang ditunjuk yaitu surveyor CPI (dari PKT) dan Carsurindo (dari Berdikari Group),” ujarnya.

Menurut dia, pembongkaran pupuk bersubsidi yang dilaksanakan secara perdana pada Rabu (16/5) tersebut dilakukan berdasarkan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Pelindo III (Persero) dengan PT Pupuk Indonesia.

“Jalinan kerja sama itu merupakan komitmen kedua BUMN dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk ke Kawasan Indonesia Timur. MoU itu ditandatangani kedua belah pihak pada Senin (7/5), di Kantor Pusat PT Pelindo III (Persero),” katanya.

Pelindo 3 : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar

Pembongkaran pupuk perdana tersebut, tambah dia, dimuat oleh MV Trans Tenang voyage 3-2012 dan dikerjakan menggunakan empat crane kapal agar mencapai produktivitas bongkar muat. Kinerja itu sengaja direalisasikan sesuai yang ditargetkan oleh pihak Otoritas Pelabuhan.

“Lalu hasil bongkaran dari kapal akan dikirim langsung ke gudang penampung. Untuk kegiatan bongkaran PT Berdikari menyediakan empat gudang penampung, yakni Gudang UPP Pusri berkapasitas 1.500 ton, Tambak Langon 22 berkapasitas 1.500 ton, Tambak Langon 28 berkapasitas 1.500 ton, dan Margomulyo berkapasitas 1.000 ton,” tukasnya.

Saat ini, kata dia, gudang yang sudah siap hanya UPP Pusri dan Tambak Langon 28. Kemudian pupuk akan disimpan di gudang PKT setelah dilakukan proses “bagging” di gudang penampung guna memenuhi kebutuhan pupuk subsidi di wilayah Jawa Timur.

“Kami yakin produktivitas bongkar pupuk ini mencapai 6.000 ton per hari dan semua proses bongkar muat memerlukan waktu lebih dari lima hari. Hal itu biasa dicapai jika cuaca baik dan jumlah truk yang disediakan oleh PT Berdikari cukup,” katanya.

Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto mengemukakan, kinerja perusahaan itu merupakan wujud nyata dalam mendukung pembangunan di daerah.

“Apalagi peran pelabuhan penting mengingat sebagian besar distribusi logistik di Indonesia menggunakan angkutan laut,” tutur dia.

Ia optimistis dengan ketersediaan fasilitas baik berupa infrastruktur, peralatan maupun layanan berkualitas dapat memperlancar proses distribusi barang kepada masyarakat. “Di samping itu, kerja sama tersebut juga merealisasikan sinergi antar BUMN di Indonesia,” katanya.
Mediaindonesia

Demikian kabar kabari mengenai Pelindo 3 : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Stok Pupuk Bersubsidi Area Sumenep Madura Kian Menipis

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Berita tentang Stok Pupuk Bersubsidi Area Sumenep Kian Menipis.

Kepala Dinas Pertanian Sumenep, Jawa Timur, Bambang Heriyanto, mengatakan persediaan pupuk bersubsidi di daerah itu terus menipis. Padahal memasuki musim tanam padi tahun ini kebutuhan petani meningkat. “Kami kekurangan stok pupuk jenis ZA,” katanya, Sabtu, 3 Desember 2011.

Stok Pupuk Bersubsidi Area Sumenep Madura Kian Menipis

Saat ini stok pupuk ZA di distributor sebanyak 120 ton. Jumlah tersebut tidak mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan Desember yang mencapai 300 ton. Minimnya stok pupuk tersebut disebabkan oleh tingginya pembelian petani selama musim tanam tembakau.

Untuk mencegah kelangkaan pupuk, Bambang menjelaskan pihaknya telah mengajukan tambahan kuota pupuk ke Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur sebanyak 200 ton. Jika disetujui, kebutuhan pupuk selama bulan Desember sangat mencukupi. “Selain meminta tambahan, kami dan distributor sepakat selama kuota belum ditambah, sistem rayonisasi pupuk kita hapus,” tutur dia.

Pupuk dan Pertanian

Pupuk dan Pertanian

Adapun pupuk jenis lain seperti Urea, SP36, Phonska, dan Organik masih cukup. Stoknya rata-rata 800 sampai 5.000 ton.

Stok Pupuk Bersubsidi Area Sumenep Madura Kian Menipis

Berdasarkan data distributor, lanjut Bambang, jumlah pupuk Urea yang belum ditebus kelompok tani sebanyak 5.000 ton, Phonska dan Organik masing-masing sebanyak 3.000 ton, dan SP 36 sebanyak 884 ton.

Demikian kabar mengenai Stok Pupuk Bersubsidi Area Sumenep Kian Menipis.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Disiapkan 60 Posko Pemantau Pupuk Jawa – Sumatera

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Berita tentang Disiapkan 60 Posko Pemantau Pupuk Jawa – Sumatera.

PT. Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menyiapkan 60 pos pemantau yang menyebar di seluruh daerah di Sumatera dan Jawa sebagai langkah antisipasi tindak kejahatan dalam pendistribusian pupuk murah itu.

Disiapkan 60 Posko Pemantau Pupuk Jawa – Sumatera

Direktur Utama PT Pusri Palembang Eko Sunarko menilai keberadaan pos diperlukan karena tingkat kejahatan oleh distributor nakal masih tinggi. “Angkanya saya lupa, tetapi penyelewengan masih tinggi, akibatnya petani kerap tak menerima pupuk yang mereka butuhkan,” kata Eko, Rabu, 11 Januari 2012.

Saat ini terdapat 456 distributor yang menyebar di wilayah Sumatera dan Jawa. Memasuki musim tanam tahun ini yang sudah mulai berlangsung di beberapa daerah, Eko memastikan stok pupuk untuk beberapa wilayah aman.

Di wilayah Sumatera, yang meliputi Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung, tersedia total 59.292 ton dari kebutuhan yang hanya 43.230 ton. Sementara itu, untuk kebutuhan di DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, secara fisik tersedia 69.299 ton dari ketentuan 67.646 ton.

Pupuk dan Pertanian

Pupuk dan Pertanian

Hilman Taufik, Direktur Komersial PT Pusri Palembang, menambahkan, pihaknya di tahun ini berkewajiban menyediakan pupuk bersubsidi sebanyak 1,6 juta ton dari total target pemerintah yakni 2 juta ton. “Kalau stok selalu aman sepanjang tahun karena kami produksi sesuai kebutuhan, bahkan di beberapa daerah sempat berlebih. Tetapi yang masih kendala dalam hal pengangkutan karena tergantung cuaca dan ketersediaan sarana angkutan,” katanya.

Disiapkan 60 Posko Pemantau Pupuk Jawa – Sumatera

Pemerintah juga bakal mencabut status distributor dan pengecer yang melakukan penyimpangan pendistribusian, seperti menjual di atas harga eceran tertinggi (HET), menjual pupuk ke industri perkebunan, serta menjual secara eceran. Selain itu, distributor nakal terancam akan dipidanakan bila terbukti menyelewengkan pupuk urea bersubsidi.tempo.co

Demikian kabar mengenai Disiapkan 60 Posko Pemantau Pupuk Jawa – Sumatera.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Pupuk Warna Pink Bukan Solusi Hindari Penyelewengan Pupuk Bersubsidi

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

berita tentang Pupuk Pink Bukan Solusi Hindari Penyelewengan Pupuk Bersubsidi.

Penandaan pupuk bersubsidi dengan memberi warna merah muda atau jambon bukan lagi solusi untuk menghindari penyelewengan. Pasalnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Cimanggis Depok telah menangkap puluhan ton pupuk palsu berwarna.

Pupuk Warna Pink Bukan Solusi Hindari Penyelewengan Pupuk Bersubsidi

“Keinginan menteri pertanian pakai warna pupuk pink bukanlah solusi, sekarang sudah ada puluhan ton pupuk palsu warna pink,” kata Kepala Kepolisian Resor kota Depok, Kombes Mulyadi Kaharni, Rabu, 8 Februari 2012.

Sebanyak 47 ton pupuk palsu berwarna hijau dan pink saat ini sudah disita polisi. Sebagian besar pupuk itu warnanya pupuk pink.

Sebelumnya Menteri Pertanian, Suswono mengatakan mulai Januari 2012 pupuk bersubsidi diwarnai pink untuk menghindari adanya penyelewengan terhadap pupuk bersubsidi.

Polsek Cimanggis melakukan penangkapan dan penggerebekan terhadap pembuat dan penyalur pupuk palsu berwarna tersebut pada 6 dan 12 Januari 2012. Di KM 16 Tol Jagorawi, Tapos, petugas menangkap sebanyak 18 ton dalam dua truk.

Sedangkan penggerebekan di pabrik pembuatan di Cikampek Sukabumi sebanyak 29 ton. Di pabrik ini juga polisi menemukan berbagai bahan pembuatan pupuk, seperti tepung batu, sablon berbagai jenis karung pupuk, zat pewarna, dan ratusan karung pupuk siap pakai. Di sana juga terdapat mesin pembuat seberat 20 ton. “Semua tersangka lima orang, satunya dijadikan pengembangan,” kata Mulyadi.

Pupuk dan Pertanian

Pupuk dan Pertanian

Mereka adalah Tedi Sutrisno sebagai pembuat, Romi sebagai penjual ke konsumen, Suhendi sebagai pemasok, dan Nandang sebagai pengangkut. Keempatnya ditangkap pada 6 Januari 2012. Sedangkan satu orang, AL ditangkap pada 12 Januari.

Pupuk Warna Pink Bukan Solusi Hindari Penyelewengan Pupuk Bersubsidi

Mulyadi mengatakan wilayah edar pupuk palsu ini adalah di Sumatera dan Jawa Barat. Pemerintah harus turun tangan langsung dalam menangani masalah pupuk tersebut, karena mewarnai pupuk sudah dilakukan juga oleh para penjahat ini. “Kami harap ada razia gabungan dari menteri pertanian dan Mabes Polri,” Mulyadi berujar.tempo.co

demikian kabar mengenai Pupuk Warna Pink Bukan Solusi Hindari Penyelewengan Pupuk Bersubsidi.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Menteri Pertanian Shok, Petani Tidak Dapat Pupuk Bersubsidi

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Ketika diatas podium kehormatan di Desa Pinto Rimba, Trumon Timur, Menteri Pertanian RI, Ir. H. Suswono, MMA, nampak heran dan terkejut mendapat laporan dari ketua KTNA Aceh Selatan, tentang warga tani setempat tidak menerima bantuan pupuk bersubsidi selama tahun 2012.

Menteri Pertanian Shok, Petani Tidak Dapat Subsidi

Kepada Menteri Pertanian RI, ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kabupaten Aceh Selatan, Kamal Rasyid , melaporkan bahwa masyarakat di Kecamatan Trumon Timur belum pernah merima pupuk bersubsidi sejak Januari sampai dengan Maret 2012. Hal tersebut berdampak kepada terkendalanya meningkatan produksi jagung dan padi di Aceh Selatan.

Mendapat informasi yang mengecewakan para petani, Menteri Pertanian menandaskan, “Saya kaget dilaporkan pupuk bersubsidi tak pernah sampai kepada petani di sini, padahal pupuk bersubsidi setiap tahun disalurkan kepada petani di seluruh tanah air termasuk jatah petani Aceh Selatan,” kata Suswono.

Ungkapan tersebut disampaikan Menteri dalam temu wicara dengan petani Aceh Selatan yang tergabung dalam kelompok tani dan nelayan Aceh (KTNA), usai melaksanakan panen perdana tanaman jagung di areal seluas 10 hektare di Gampong Pinto Rimba, Kecamatan Trumon Timur.

Pupuk Subsidi

Pupuk Subsidi

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian berjanji akan menelusuri penyebab dan kendala tidak sampainya pupuk bersubsidi kewilayah itu, sehingga keluhan petani akan terjawab, seraya memberi nomor kontak untuk menginformasikan kesulitan petani melalui Short Message Service (SMS), dengan nomor 081383034444.

Terkait keluhan warga tani, khususnya di Kecamatan Trumon Timur pada umumnya Aceh Selatan, Azmir,SH, ketua Komisi B, DPRK Aceh Selatan, yang ditemui menegaskan, jika Menteri Pertanian merasa terkejut mendapat informasi masyarakat belum menerima pupuk bersubsidi, maka kami sebagai lembaga pengawasan akan mengkroscek dan mempertanyakan kepada Dinas terkait, kenapa itu terjadi.

“Kita sebagai wakil rakyat akan meninjau penyebab mandeknya pendistribusian pupuk bersubsidi kepada masyarakat tani, itu kita lakukan untuk mengetahu apakah anggaran bantuan pupuk bersubsidi tersedia atau tidak, pokoknya kita croscek dulu, kalau sengkiranya ada, akan menjadi tugas penegak hukum,” ujar Azmir.

Ditambahkan, selain melakukan upaya meninjauan dan klarifikasi, kita juga meminta Pemkab Aceh Selatan untuk menindaklanjuti persoalan ini, karena keluhan warga disampaikan langsung kepada menteri. “Ini harus diluruskan dan tidak tertutup kemungkinan akan kita panggil kepala dinas terkait,” papar Azmir.

Menteri Pertanian Shok, Petani Tidak Dapat Subsidi

Di tempat terpisah, Kadis Pertanian dan Perternakan Aceh Selatan, Ir Darman, melalui sekretarisnya, Ismail Us, S,Pd, yang dikonfirmasi Rakyat Aceh mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis penyebab terlambatnya penyaluran pupuk bersubsidi ke Trumon Timur dan sekitarnya karena masalah pupuk bukan leading sektor kami.

Namun, sekedar bayangan disampaikan, “Setahu saya surat keputusan (SK) tentang susunan Tim pendistriusian pupuk bersubsidi terlambat turun dari Pemkab Aceh Selatan, mungkin penyebabnya itu, bisa saja karena itu lalu penyalurannya terlambat,” katanya. jpnn.com

Demikian kekagetan Menteri Pertanian saat Petani Tidak Dapat Pupuk berSubsidi.

GD Star Rating
loading...

Sumbar : Distribusi Pupuk dan Distributor Pupuk Memang Buruk

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Pernyataan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Gatot Irianto, soal buruknya sistem distribusi pupuk bersubsidi di Sumbar, ternyata bukan pepesan kosong belaka. Di Kabupaten Limapuluh Kota, sistem distribusi pupuk bersubsidi memang masih belum membaik.

Distribusi Pupuk dan Distributor Pupuk Memang Buruk

Ketika petani membutuhkan, pupuk bersubsidi sering habis. Ketika masa pemupukan tanaman petani sudah berakhir, baru pupuk sampai di tingkat pengecer. Harga pupuk juga masih banyak yang tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi. Sementara, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida kerjanya belum efektif.

distributor pupuk

distributor pupuk

Kondisi tersebut ditemukan tim Jelajah Nagari Padang Ekspres, hampir pada seluruh nagari di Kabupaten Limapuluh Kota. Di Kecamatan Akabiluru, 5 wali nagari yang ditemui beberapa waktu lalu menyebut, kuota pupuk bersubsidi bagi nagari mereka belum mencukupi kebutuhan petani.

Kelima wali nagari yang menyampaikan hal tersebut, Wali Nagari Batuhampar Asra Arafat, Wali Nagari Sungaibalantiak Yuli Octavianus, Wali Nagari Sariaklaweh Jhon Hendri, Wali Nagari Koto Tangah Batu Ampa Ahmad Wajdi Dt Bonsu Nan Elok, dan Walinagari Pauhsangik Ikal Hendra Dt Momat.

Tiga wali nagari di Kecamatan Payakumbuh, yakni Wali Nagari Sungaibaringin, Bachril Baheram, Wali Nagari Taehbaruah Syafrizal Dt Patiah, dan Wali Nagari Koto Baru Yoserizal juga mengungkapkan hal serupa. ”Walaupun sudah sesuai dengan harga eceran tertinggi, tetap pupuk bersubsidi tetap susah didapat petani. Kuota pupuk juga belum mencukupi,” ujar Bahril Baheram.

Dari Kecamatan Bukiktbarisan, Wali Nagari Maek Irdapel Masrizal mengakui, pupuk bersubsidi sulit didapat petaninya. Data lahan pertanian dan perkebunan dengan kuota pupuk tidak cukup. Hal serupa ditegaskan Wali Nagari Baruahgunuang Adriminora. ”Pasokan pupuk untuk petani, memang sering bermasalah di Baruahgunuang,” ucap Adri.

Di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Wali Nagari Bukiksikumpa Zulkarnaini menyebut, pupuk sering terlambat sampai ke pengecer. Ia juga meminta HET pupuk subsidi diawasi. Sedangkan Wali Nagari Batupayuang Afrizal Nawar meminta, pendistribusian pupuk tidak lagi berbelit-belit.

Hal serupa disampaikan tiga wali nagari lainnya di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Yakni, Wali Nagari Tanjuanggadang Rilson, Wali Nagari Labuahgunuang Masri Syarkawi, Wali Nagari Sitanang Asmadi Dt Pangeran. ”Kuota pupuk, sering tak sesuai dengan RDKK kelompok,” kata Masri Syarkawi.

Di Kecamatan Luak, Wali Nagari Andaleh Harmen Sastra, Plt Wali Nagari Sungaikamuyang Yol Hendrianto dan Wali Nagari Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padangpanjang Guntur, juga menyorot sistem distribusi dan kuota pupuk. Sorotan serupa disampaikan sejumlah wali nagari di Kecamatan Suliki.

Di antaranya, Wali Nagari Tanjuangbungo Basmi, Wali Nagari Suliki Haji Sabri, Wali Nagari Andiang Dedi Sardi. ”Di nagari kami, selain sulit harga pupuk subsidi juga mahal, mencapai Rp100 ribu sampai Rp110 ribu per karung,” ujar Dedi. ”Kalau di nagari kami, kelompok tani kesulitan modal untuk menebus pupuk ke RDKK,” ujar Haji Sabri.

Di Kecamatan Harau yang lumbung beras, pupuk sering jenis urea bersubsidi sering datang tidak memenuhi musim. Ini diakui Wali Nagari Taram Zulkifli, Wali Nagari Solok Bio-Bio Mulyadi, Wali Nagari Kototuo Syahrial Dt Sinaro Panjang, Wali Nagari Gurun Nurwaizet Dt Patiah, dan Wali Nagari Bukiklimbuku Burmadi Dt Sindo Nan Panjang.

Distribusi Pupuk dan Distributor Pupuk Memang Buruk

Begitupula di Kecamatan Guguak. Wali Nagari Guguak VIII Koto Rismardi Dt Jo Putiah menyebut, kuota pupuk di nagarinya tak sesuai kebutuhan petani. Ini disampaikan pula oleh Wali Nagari Guguak VII Koto Talago Yon Hendri, Wali Nagari Simpangsugiran Malkisran.

Kondisi tidak jauh berbeda, ditemui di kawasan Situjuah Limo Nagari. Hanya saja, sebagian wali nagari juga mencoba berkreasi, untuk mengatasi maslah pupuk dan harga yang melampui HET. Misalnya di Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padangpanjang dan Guguak VII Koto Talago, dikembangkan pupuk organik.

Begitupula di Nagari Situjuahgadang dan Sungaikamuyang. Sedangkan di Nagari Batubalang, Wali Nagari Yondri YS bersama lembaga nagari dan pengecer, membuat HET pupuk bersubsidi tingkat nagari. ”Bila terjadi kelebihan harga, kami lakukan sanksi tegas, termasukan mengusulkan agar pengecer ditindak,” ujar Yondri YS. Distribusi Pupuk dan Distributor Pupuk Memang Buruk. padangekspres.co.id

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Subsidi Pupuk untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

”Subsidi untuk rakyat”, adalah slogan munafik yang sering kita lihat dan kita dengar di negara ini. Subsidi Pupuk untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?. Slogan ini dilabelkan dimana-mana, baik di spanduk, baliho, karung beras, karung pupuk, karung sembako, karung bantuan bencana, obat generik, mobil pertamina, stiker, media elektronik dan beragam media lainnya.

Subsidi untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?

Menjadi menarik dibahas adalah semua subsidi itu untuk siapa? Untuk apa semua itu dikeluarkan oleh negara dengan anggaran yang sangat besar? Tiap tahun sejak dari tahun 2007 sampai sekarang, negara mengeluarkan sekitar 200 trilyun rupiah untuk mensubsidi BBM. Belum lagi pastinya berapa untuk subsidi pupuk, beras, obat-obatan, listrik, transportasi dan sebagainya.

subsidi pupuk dan distributor pupuk

subsidi pupuk dan distributor pupuk

Kalaulah dihitung-hitung negara ini paling tidak tekor lebih-kurang 300 triliun rupiah pertahun untuk memberlakukan praktik subsidi. Padahal sudah menjadi rahasia umum, justru yang menikmati subsidi BBM dan subsidi lainnya adalah pengusaha, karena mereka sendiri pengguna BBM terbanyak. Subsidi pupuk dinikmati oleh produsen dan distributor.

Subsidi beras, gula, tepung terigu, kedelai dinikmati negara importir dan banyak lagi penikmat-penikmat lainnya yang tidak berhak. Bukankah selama ini subsidi juga dikorupsi oleh pejabat, pengusaha dan para pengambil kebijakan ditingkat pusat maupun di daerah.

Mencermati kondisi demikian, sekiranya uang subsidi 300 trilyun rupiah tersebut dibagi rata kepada setiap jiwa di Indonesia yang jumlahnya 250 juta jiwa, maka masing-masing jiwa di negara ini mendapat 1,2 juta rupiah pertahun.

Bahkan bila cukuplah orang miskin saja yang dihitung mendapatkan pembagian 300 triliun rupiah tersebut. Sesuai data Badan Pusat Satatistik (BPS) tahun 2011 orang miskin ada 30 juta jiwa, maka masing-masingnya menerima 10 juta rupiah pertahun. Namun andai 250 triliun rupiah saja yang dibagikan kepada seluruhnya orang miskin yang sudah dikatrol menjadi 50 juta jiwa, maka setiap orang miskin masih mendapatkan 5 juta rupiah pertahun. Jadi bila ada 5 jiwa dalam satu keluarga miskin, mereka menerima 25 juta rupiah pertahun.

Lalu bagaimana nasib 5 juta PNS dan abdi negara lainnya? Pemerintah tinggal mengkonversi sisa subsidi yang masih ada, yakni sejumlah 50 triliun lagi untuk mengimbangi inflasi, maka tunjangan kesejahteraan bagi setiap PNS bisa ditambahkan 10 juta pertahun. Sehingga mereka pun layak hidup dan bisa pula membeli kebutuhan pangan, sandang dan papan mereka sesuai dengan kebutuhannya.

Sebagai ilustarsi, pengalaman pasca gempa 2009 di Sumatera Barat, ternyata bantuan uang tunai sekitar 7,5 juta sampai 15 juta per rumah tangga, bisa membangun kembali rumah yang tadinya ambruk, menjadi rumah layak dan lebih bagus dibandingkan sebelum gempa.

Jadi secara prinsifnya, pemberlakuan bantuan langsung tunai (BLT) bagi negara yang menganut welfare tidak salah, bahkan sangat tepat. Dimanapun di dunia ini, distribusi kesejahteran memang harus adil, merata, jelas dan tepat sasaran. Sebab filosofis welfare state berarti negara tidak boleh tanggung-tangung dalam memenuhi kemaslahatan dan hajat hidup orang banyak.

Di negara maju sekalipun, penganut welfare state seperti Belanda dan German, orang-orang miskin di gaji buta oleh negara. Jadi negara berkewajiban menghidupi orang miskin, selain juga negara berkomitmen untuk mencarikan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya. Di Belanda misalnya tidak ada orang miskin, karena semua orang miskin sudah mendapatkan jaminan sosial yang layak dari negara. Namun begitu pula sebaliknya, negara pasti memberi ganjaran hukum bila gelandangan dan peminta-minta masih berkeliaran dijalanan.

Bagaimana Seharusnya Welfare di Indonesia?
Seharusnya Indonesia sebagai negara penganut welfare, melakukan hal yang sama dengan Belanda. Rakyat miskin juga di gaji buta oleh negara. Konsekuensinya, tentu negara harus menghukum gelandangan, pengamen dan peminta-minta yang masih praktek dijalanan, karena melanggar ketertiban umum dan keamanan publik.

Menghilangkan subsidi, menggantinya dengan jaminan hidup bagi rakyat miskin lebih baik dan sesuai konstitusi. Lagi pula, dalam kondisi ekonomi yang terpuruk. Saat ikan dipancing tidak ada, memberikan kail dan pancing justru tidak bermanfaat. Mengatasi ekonomi yang serba darurat, justru membutuhkan uang tunai. Kail dan pancing lebih tepat diberikan dalam kondisi ekonomi stabil. Uang tunai menjadikan rakyat lebih siap menghadapi semua kemungkinan terburuk, termasuk inflasi yang pasti terjadi, bila subsidi dihapus.

Membagi uang tunai nampaknya cukup ampuh sebagaimana yang dilakukan Presiden B.J Habibi ketika menaikkan suku bunga deposito dan tabungan hingga 60% pasca Suharto lengser. Logikanya, daripada meminjam uang ke rentenir asing, lebih baik mengumpulkan dana dari rakyat sekaligus memberikan keuntungan langsung dengan bunga yang tinggi kepada rakyat, ketimbang memberikan keuntungan serupa kepada rentenir asing.

Harapan kedepanya, supaya negara tidak terlalu banyak intervensi, biarlah semua harga menyesuaikan dengan harga pasar. Kalau perlu bensin delapan ribu perliter, beras 10 ribu perkilogram, bahkan biarkan semuanya bergerak naik. Sebab pupuk pabrikan kalau terlalu mahal, pasti tidak dibeli. Hal ini adalah lebih baik bagi petani, karena bisa merangsang mereka berpikir alternatif, yakni dengan mengoptimalkan pupuk organik murah yang semua bahannya tersedia langsung di alam dan langsung bisa pula diolah oleh petani itu sendiri.

Biarkan petani mengambil untung dari hasil yang mereka tanam. Logikanya dengan harga hasil panen yang semakin baik, maka pendapatan petani pasti meningkat. Semangat bertani mereka pun pasti pulih kembali. Bila nasib petani sudah baik, tentunya petani yang mayoritas di negara ini, pasti mampu beli BBM berapa pun harganya di pasaran.

Buruh dan pekerja kasar pabrikan biarlah pulang kampung, kembalilah bertani, karena harga produk pertanian menggairahkan Pilihannya adalah rakyat harus di halau untuk bertani, karena bertani adalah takdir Illahiyah.

Regulasi sektor pangan harus didukung oleh negara yang berpihak kepada petani. Tolak investasi asing, karena pasti tidak menguntungkan rakyat. Bahkan upaya nasionalisasi perusahaan asing wajib sesegeranya dilakukan, agar kekayaan alam di Indonesia ini tidak terkuras habis oleh bangsa asing. Jangan sampai minyak bumi, gas, batubara, emas, perak, tembaga, timah, besi, nikel dan barang tambang lainnya dikuasai oleh asing. Karena semuanya pasti dibawa kembali ke negara asalnya. Tinggalah kita “melongo” dan menikmati sampah-sampah bekas eksploitasi mereka, tumpukan ronsokan barang importir asing serta timbunan kerusakan lainnya yang terus-menerus pasti merusak jiwa dan raga anak bangsa dan sekaligus menjadi beban kerusakan lingkungan, bumi dan generasi di masa mendatang.

Indonesia adalah produsen minyak bumi dan gas alam (anggota OPEC), tetapi kenapa kita menjadi importir? Indonesia pemilik lahan sawit terbesar di dunia, tetapi bukan eksportir terbesar dunia. Hal ini menunjukkan, selama ini ekspor Indonesia hanya diasumsikan oleh pemerintah dengan statistik terus meningkat setiap tahun, tapi semuanya hanya diatas kertas.

Sementara dibalik semua itu, ternyata investor asing hanya menguras habis kekayaan Bumi Indonesia, lalu semua yang didapatkan, misalnya apa yang dieksploitasi oleh Caltek, Exson, Free Port dan ribuan perusahan asing lainnya – semuanya dalam bentuk bahan baku – dibawa langsung ke negara asalnya, diolah menjadi barang jadi dan ironisnya jadilah Indonesia sebagai negara pengimpor baru, membeli dengan harga mahal.

Demi rakyat dan untuk kestabilan harga, pemerintah dengan menggunakan uang rakyat, selanjutanya melakukan kebijakan praktek impor (BBM, beras, dll) dengan label subsidi. Sementara itu, nasib anak negeri disamping sumur eksploitasi tadi, hidup miskin dan menggenaskan. Sungguh tragis, nasib rakyat jelata di negeri ini, menjadi gembel ditengah-tengah sumber daya alam yang melimpah ruah. Bagaikan, “ayam mati di lumbung padi”.

Pada hal, bila subsidi dihapus, maka jiwa bertani para petani akan kembali pulih dan muncul kembali, karena harga pertanian membaik dan bersaing. Selama ini petani, tertidur karena harga produk pertanian yang tidak menguntungkan mereka. Imbas subsidi jelas-jelas membunuh jiwa mereka dan membuat mereka mati sebelum ajalnya.

Subsidi untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?

Membangun bangsa adalah membangun jiwanya, baru setelah itu adalah membangun badannya. Seperti yang diisyaratkan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Momentum Kebangkitan Bangsa setelah lebih seratus tahun, amat penting dihayati dan diimplementasikan, agar seluruh rakyat segera bangkit dari keterpurukan massal. Terutama kebangkitan kaum mudanya. Sebab yang bisa mempertahankan keutuhan sebuah bangsa adalah upaya terus menerus mematangkan dan mencerdaskan generasi mudanya. Jangan sampai bangsa ini tergadai terus ketangan asing, karena “tergadai” itu tidak lebih baik dari sebuah penjajahan, seperti halnya penjajahan di masa kolonial.

Luar biasa presentase kemunduran bangsa ini setelah satu abad lamanya. Karena faktanya sampai hari ini, hampir seluruh kekayaan bangsa ini tergadai dan masih terus digerogoti oleh kepentingan asing. Andai kita tahu, betapa nestapanya nasib bangsa ini, bukankah lebih enak dijajah terus oleh Belanda?. Subsidi pupuk untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?.padangekspres.co.id

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

HARGA BBM: Pemerintah jamin Harga pupuk bersubsidi tidak naik

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Kementerian Pertanian menjamin harga pupuk bersubsidi tidak akan naik seiring dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak.

HARGA BBM: Pemerintah jamin Harga pupuk bersubsidi tidak naik

Direktur Pupuk dan Pestisida Dirjen Bina Sarana Prasarana Kementerian Pertanian Suprapti mengatakan selama ini pemerintah masih memberikan subsidi untuk pupuk.

Menurut dia, jika kenaikan BBM terjadi, pemerintah pun masih akan menanggung biaya distribusi.

“Yang mungkin akan naik adalah biaya distribusinya. Dan itu akan jadi tanggungan pemerintah. Harga pupuk bagi petaninya akan tetap,” katanya, Rabu 21 Maret 2012.

HARGA BBM: Pemerintah jamin Harga pupuk bersubsidi tidak naik

Meskipun demikian, Suprapti mengakui hingga saat ini ada kendala dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Menurut dia, penyebaran pupuk urea sudah mencapai 80 sedangkan pupuk organik baru mencapai 60%. “Pupuk organik inilah yang terus kami genjot,” ujarnya.

Dia menilai penyaluran pupuk yang tidak merata ini karena cukup banyak petani tidak masuk kelompok tani. “Prosedurnya, pupuk subsidi itu memang diberikan melalui kelompok-kelompok tani,” katanya.

Demikian berita Pemerintah jamin Harga pupuk bersubsidi tidak naik.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Icon pupuk
berkualitas
Icon ijin PPI
kementan RI
Icon harga
terjangkau
Icon kirim
nusantara
Icon untung
dijual kembali
Icon no
minimum order
Icon cocok
semua tanaman
Icon Pupuk
Non Subsidi
Icon layanan
pasca jual