Posts Tagged ‘pupuk’

Pupuk NPK

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pupuk, Pupuk NPK

Budidaya tanaman membutuhkan pupuk untuk mengembalikan level kesuburan area budidaya pertanian melalui aktivitas pemupukan. Salah satu jenis pupuk yang cocok untuk semua tanaman adalah pupuk majemuk atau pupuk NPK.

Tentang Pupuk NPK

Pupuk NPK adalah pupuk buatan dengan kandungan unsur hara beragam yaitu unsur hara Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Pupuk NPK sebagai salah satu ragam pupuk majemuk yang paling sering diaplikasikan.


Pupuk NPK di Toko Pupuk Online

Toko Pupuk Online menyediakan beberapa pupuk NPK untuk mendukung usaha pertanian anda.
Berikut adalah ragam pupuk yang dijual oleh Toko Pupuk Online produksi CV. Dewi Sri Rama, yaitu :

pupuk npk


Keunggulan pupuk npk Mitrophoska dan NPK Niphoska

Dapat anda saksikan tabel berikut ini
guna mereview PERBEDAAN Antara pupuk NPK Anorganik, NPK Organik, dengan NPK Plus Organik Phonskaplus – Mitrophoska – Niphoska – Daun Dunia.

Perbandingan NPK Anoganik Organik Phonskaplus Mitrophoska Niphoska

Analisa tersebut berdasarkan atas asumsi NPK Anorganik & NPK Organik yang secara umum beredar di publik.

NPK Phonskaplus – Mitrophoska – Niphoska – Daun Dunia mensinergikan double keunggulan pupuk NPK Anorganik dengan NPK Organik sekaligus dapat meminimalisasi kekurangannya. Pupuk NPK Anorganik memang unggul di aspek kuantitas unsur hara makro. Sedangkan, pupuk NPK Organik keren di aspek regenerasi sifat fisik, kimia, serta biologi tanah.

Berdasarkan Tabel serta paparan sebelumnya, anda tentu telah tahu apa perbedaan antara NPK Anorganik, NPK Organik, serta NPK Plus Organik Phonskaplus – Mitrophoska – Niphoska – Daun Dunia.


Sesuai untuk JENIS TANAMAN apa ?

Secara fundamental, NPK Phonskaplus, NPK Mitrophoska, NPK Niphoska, dan NPK Daun Dunia terbukti sesuai dan cocok diaplikasikan kepada semua tanaman.

  • Tanaman Industri dan Perkebunan
    Kopi, Sengon, Kakao, Kelapa sawit, Jati
  • Tanaman Hortikultura
    Krisan, Mawar, Jeruk, Cabai, Selada, Apel, Mangga, Tomat
  • Tanaman Palawija
    Kedelai, Jagung
  • Tanaman Pangan
    Ketela, Padi

Harga Pupuk NPK

Terdapat harga khusus dengan diskon sangat menarik untuk transaksi pupuk NPK dengan volume tertentu.


Gunakan Pupuk NPK Berkualitas

Hanya gunakan pupuk NPK yang unggul demi hasil panen anda yang menggembirakan.

Semoga pupuk NPK dari kami dapat mendorong usaha tani di Indonesia menuju peningkatan pada pertumbuhan dan hasil panen usaha segala macam tanaman budidaya.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Kapasitas Bongkar Pupuk Naik 2 Kali

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI), PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) terus berbenah diri. Salah satu yang dibenahi yakni produktivitas bongkar pupuk dari kapal yang selama ini 4.000 ton per hari menjadi 8.000 ton sehari.

Kapasitas Bongkar Pupuk Naik 2 Kali

Pupuk dan Pertanian

Pupuk dan Pertanian

bongkar pupuk membutuhkan peralatan yang besar. Kami saat ini dalam proses tender mengupayakan penambahan empat copper (alat curah yang digunakan untuk pembongkaran, red) yang akan membantu percepatan pembongkaran,” jelas Djam’an AM, General Manager PT Pelindo IV dalam jumpa pers kemarin, Kamis, 22 Maret.

Kegiatan bertema Produktivitas dan Pembangunan Pelabuhan itu digelar di Ruang Serbaguna, Lantai Tiga, Gedung Pelindo.

Djam’an mengatakan, berbagai jenis pupuk siap di distribusikan di berbagai wilayah di Sulsel. Pupuk-pupuk itu diantaranya berjenis Pupuk Kaltim, Sriwijaya dan Petrokimia. “Ada juga pupuk impor dari Korea,” lanjutnya.

Kapasitas Bongkar Pupuk Naik 2 Kali

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Herry Susanto menambahkan, selain bongkar pupuk, PT Pelindo IV siap memaksimalkan fungsi dermaga baru dengan panjang 150 meter. Dermaga yang digunakan khusus untuk kapal curah ini tinggal menunggu izin dari Walikota Makassar. “Kalau bisa bulan ini, dermaga sudah bisa difungsikan. Tapi kami masih tunggu izin dari Walikota,” paparnya.

Dermaga pelabuhan Makassar tadinya hanya memiliki panjang 1.300 meter. Dermaga ini digunakan untuk kapal asing, terminal penumpang, kargo, dan kapal semen. Panjang dermaga kini ditambah 150 meter demi memaksimalkan pelayanan di areal pelabuhan Makassar. fajar.co.id

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Pusri Membangun Pabrik Pupuk Baru

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Tentang proses Pusri Membangun Pabrik Pupuk Baru.

PT Pusri Palembang (Pusri) menargetkan perolehan laba di atas Rp 1 triliun pada 2012. Tahun lalu, laba Pusri sudah hampir menembus angka Rp 1 triliun. Menurut Direktur Utama PT Pusri Eko Sunarko, produksi pabrik pupuk urea dan amonia tahun ini sama dengan tahun lalu.

Pusri Membangun Pabrik Pupuk Baru

Dari empat pabrik yang dimiliki PT Pusri, kapasitas produksi pabrik pupuk urea per tahun sebanyak 2,090 juta ton dan amonia 1,324 juta ton. ”Dengan produksi dan penjualan yang stabil, perolehan laba kita juga tidak akan berbeda-beda jauh,” katanya.

Namun pada 2013, lanjutnya, laba PT Pusri terancam turun. Karena ketika itu harga gas tidak murah lagi. Sekarang Pusri masih membeli US$ 3-4 per MMBTU, tapi di 2013 harganya akan melonjak menjadi US$ 5,6 per MMBTU. Dengan demikian, biaya pembelian bahan baku membengkak, sehingga dapat mengurangi perolehan laba.

”Sebenarnya kalau untuk pupuk bersubsidi tidak masalah. Karena biaya tambahan dibebankan kepada pemerintah. Kita tetap dapat margin 10 persen dari hasil penjualan,” jelas Eko. Yang bermasalah, lanjutnya, adalah pupuk non subsidi, sehingga Pusri harus menghitung ulang cost bahan baku.

Untuk menjaga perolehan laba, Pusri harus melakukan efisiensi dengan merevitalisasi pabrik pupuk secara bertahap. Saat ini, umur pabrik milik Pusri rata-rata tiga puluh tahun. Pabrik-pabrik tua ini tidak hemat konsumsi. Pabrik tua bisa menghabiskan bahan baku 36 MMBTU per ton urea, sementara pabrik baru hanya 25-26 MMBTU per ton.

Karena itu, dalam waktu dekat Pusri akan merevitalisasi pabrik II menjadi pabrik IIB pada Desember 2011. Revitalisasi pabrik ini sudah sangat mendesak. Pabrik II merupakan pabrik pupuk tertua di Indonesia, bahkan dunia.

Pusri Membangun Pabrik Pupuk Baru

Pupuk dan Pertanian

Pupuk dan Pertanian

Dana investasi yang disiapkan mencapai Rp 6 trilliun. ”Karena investasinya besar, kami harus hati-hati memilih kontraktor. Pabrik yang dibangun harus bagus dan tahan 30 tahun,” kata Eko Sunarko.

Pusri sudah mengumumkan tender proyek pembangunan pabrik IIB. Harapannya, awal bulan depan tender sudah terlaksana. Saat ini, cukup banyak kontraktor yang sudah mendaftar. Agar tak salah pilih kontraktor, PT Pusri melakukan penyeleksian dengan melihat langsung pabrik yang sebelumnya sudah di bangun peserta.

”Kita mewajibkan konsorsium antara kontraktor lokal dan asing,” kata Eko. Targetnya, pemancangan (ground breaking) proyek sudah dilakukan Desember mendatang. Dan pembangunan proyek selesai dalam tiga tahun. Menurut Eko, revitalisasi pabrik merupakan solusi terbaik menuju low cost production. Karena pabrik-pabrik tua sangat boros.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Wakil Mentan MeResmikan Rumah Kompos serta olahan Pupuk di Siak

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Wakil Mentri Pertanian RI Rusman Heriawan, Kamis (22/3/12) tiba di Kabupaten Siak Provinsi Riau, kedatangannya untuk meresmikan rumah kompos dan pengolahan pupuk organik yang telah beroperasi di Desa Rawang Kao Kecamatan Lubuk Dalam, Siak. Diharapkan kedepan Kabupaten Siak bisa menjadi bahan perontohan untuk seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia dalam pengolahan pupuk organik tersebut.

Wakil Mentan MeResmikan Rumah Kompos serta olahan Pupuk di Siak

Pupuk dan Pertanian

Pupuk dan Pertanian

Dalam acara tersebut dihadiri Dirjen Peternakan kesehatan hewan Ir Syukur iwantoro MS, MBA, Kadisbun Riau Zulher, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Patrianov, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir Basriman MP, Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal SH, Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK, Kadis Pertanian, Perikanan dan Peternakan Siak Ir Syahrin Rasbi, perwakilan perusahaan PTPN V, PT Asian Agri, Perbankan, dan kelompok tani.

Menurut Wakil Mentri Pertanian bahwa apa yang dikemukakan itu bukan tanpa alasan, karena dirinya melihat potensi itu sudah ada di Siak yang diintegrasikan. Di sini perkebunannya dikombinasikan dengan peternakan. Dua bidang usaha yang berbeda tapi saling mendukung, yang disebut integrasi.

“Diharapkan kombinasi ini dilakukan oleh perusahaan perkebunan baik swasta, pemerintah dan masyarakat,” terang Rusman. Selain itu dikatakannya sejak dua tahun terakhir ini pemerintah mendorong perusahaan perkebenunan sawit melakukan integrasi. Integrasi di sini artinya tak saling membunuh, menjegal apalagi menyikut. Malahan integrasi yang dimaksudkan disini merupakan utility (kesatuan) untuk mendukung program lainnya.

“Kedepan kita kaji bagaimana integrasi sapi dengan jerami padi,” ungkap Rusman. Selain itu Siak ini merupakan salah satu contoh model pengembangan integrasi yang baik, bahkan dikenal dengan model multilevel, zero waste (Tidak ada limbah) semuanya habis dimakan sapi.

Akan tetapi perlu diingat dalam pengembangan ini jangan dilakukan one man one show, artinya jangan hanya pemerintah, melainkan swasta dan masyarakat ikut sama-sama mendukung dan melakukannya, sehingga ada inovasi dan terobosan yang dilakukan. “Siapa melakukan apa, tugasnya, sasaran, tujuan dan manfaatnya diketahui secara jelas,” sebut Rusman.

Wakil Mentan MeResmikan Rumah Kompos serta olahan Pupuk di Siak

Sementara bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menambahkan, sistem integrasi sudah dilaksanakan. Petani memelihara sapi sudah biasa, lebih 12 tahun lalu beri bantuan sapi pada masyarakat. Akan tetapi keperluan akan daging sapi semakin hari semakin meningkat. Karenanya perlu dukungan pusat jadikan Siak sentra pembibitan sapi, mengingat keperluan daging di Riau meningkat. Bahkan untuk memenuhi keperluan pasokan daging, harun melakukan impor dari Lampung.

“Kami menyambut baik sinyal pusat yang menjadikan Siak sebagai sentra ekpor sapi dalam tiga empat mendatang dengan pupuk dan kompos” terang Syamsuar. riauterkini.com

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Sumbar : Distribusi Pupuk dan Distributor Pupuk Memang Buruk

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Pernyataan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Gatot Irianto, soal buruknya sistem distribusi pupuk bersubsidi di Sumbar, ternyata bukan pepesan kosong belaka. Di Kabupaten Limapuluh Kota, sistem distribusi pupuk bersubsidi memang masih belum membaik.

Distribusi Pupuk dan Distributor Pupuk Memang Buruk

Ketika petani membutuhkan, pupuk bersubsidi sering habis. Ketika masa pemupukan tanaman petani sudah berakhir, baru pupuk sampai di tingkat pengecer. Harga pupuk juga masih banyak yang tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi. Sementara, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida kerjanya belum efektif.

distributor pupuk

distributor pupuk

Kondisi tersebut ditemukan tim Jelajah Nagari Padang Ekspres, hampir pada seluruh nagari di Kabupaten Limapuluh Kota. Di Kecamatan Akabiluru, 5 wali nagari yang ditemui beberapa waktu lalu menyebut, kuota pupuk bersubsidi bagi nagari mereka belum mencukupi kebutuhan petani.

Kelima wali nagari yang menyampaikan hal tersebut, Wali Nagari Batuhampar Asra Arafat, Wali Nagari Sungaibalantiak Yuli Octavianus, Wali Nagari Sariaklaweh Jhon Hendri, Wali Nagari Koto Tangah Batu Ampa Ahmad Wajdi Dt Bonsu Nan Elok, dan Walinagari Pauhsangik Ikal Hendra Dt Momat.

Tiga wali nagari di Kecamatan Payakumbuh, yakni Wali Nagari Sungaibaringin, Bachril Baheram, Wali Nagari Taehbaruah Syafrizal Dt Patiah, dan Wali Nagari Koto Baru Yoserizal juga mengungkapkan hal serupa. ”Walaupun sudah sesuai dengan harga eceran tertinggi, tetap pupuk bersubsidi tetap susah didapat petani. Kuota pupuk juga belum mencukupi,” ujar Bahril Baheram.

Dari Kecamatan Bukiktbarisan, Wali Nagari Maek Irdapel Masrizal mengakui, pupuk bersubsidi sulit didapat petaninya. Data lahan pertanian dan perkebunan dengan kuota pupuk tidak cukup. Hal serupa ditegaskan Wali Nagari Baruahgunuang Adriminora. ”Pasokan pupuk untuk petani, memang sering bermasalah di Baruahgunuang,” ucap Adri.

Di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Wali Nagari Bukiksikumpa Zulkarnaini menyebut, pupuk sering terlambat sampai ke pengecer. Ia juga meminta HET pupuk subsidi diawasi. Sedangkan Wali Nagari Batupayuang Afrizal Nawar meminta, pendistribusian pupuk tidak lagi berbelit-belit.

Hal serupa disampaikan tiga wali nagari lainnya di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Yakni, Wali Nagari Tanjuanggadang Rilson, Wali Nagari Labuahgunuang Masri Syarkawi, Wali Nagari Sitanang Asmadi Dt Pangeran. ”Kuota pupuk, sering tak sesuai dengan RDKK kelompok,” kata Masri Syarkawi.

Di Kecamatan Luak, Wali Nagari Andaleh Harmen Sastra, Plt Wali Nagari Sungaikamuyang Yol Hendrianto dan Wali Nagari Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padangpanjang Guntur, juga menyorot sistem distribusi dan kuota pupuk. Sorotan serupa disampaikan sejumlah wali nagari di Kecamatan Suliki.

Di antaranya, Wali Nagari Tanjuangbungo Basmi, Wali Nagari Suliki Haji Sabri, Wali Nagari Andiang Dedi Sardi. ”Di nagari kami, selain sulit harga pupuk subsidi juga mahal, mencapai Rp100 ribu sampai Rp110 ribu per karung,” ujar Dedi. ”Kalau di nagari kami, kelompok tani kesulitan modal untuk menebus pupuk ke RDKK,” ujar Haji Sabri.

Di Kecamatan Harau yang lumbung beras, pupuk sering jenis urea bersubsidi sering datang tidak memenuhi musim. Ini diakui Wali Nagari Taram Zulkifli, Wali Nagari Solok Bio-Bio Mulyadi, Wali Nagari Kototuo Syahrial Dt Sinaro Panjang, Wali Nagari Gurun Nurwaizet Dt Patiah, dan Wali Nagari Bukiklimbuku Burmadi Dt Sindo Nan Panjang.

Distribusi Pupuk dan Distributor Pupuk Memang Buruk

Begitupula di Kecamatan Guguak. Wali Nagari Guguak VIII Koto Rismardi Dt Jo Putiah menyebut, kuota pupuk di nagarinya tak sesuai kebutuhan petani. Ini disampaikan pula oleh Wali Nagari Guguak VII Koto Talago Yon Hendri, Wali Nagari Simpangsugiran Malkisran.

Kondisi tidak jauh berbeda, ditemui di kawasan Situjuah Limo Nagari. Hanya saja, sebagian wali nagari juga mencoba berkreasi, untuk mengatasi maslah pupuk dan harga yang melampui HET. Misalnya di Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padangpanjang dan Guguak VII Koto Talago, dikembangkan pupuk organik.

Begitupula di Nagari Situjuahgadang dan Sungaikamuyang. Sedangkan di Nagari Batubalang, Wali Nagari Yondri YS bersama lembaga nagari dan pengecer, membuat HET pupuk bersubsidi tingkat nagari. ”Bila terjadi kelebihan harga, kami lakukan sanksi tegas, termasukan mengusulkan agar pengecer ditindak,” ujar Yondri YS. Distribusi Pupuk dan Distributor Pupuk Memang Buruk. padangekspres.co.id

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

DPR Menolak Subsidi Pupuk dan Benih Dipotong Rp 3,1 Triliun

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Kalangan DPR menolak rencana pemerintah memangkas subsidi pupuk dan benih sebagai bagian dari rencana penghematan anggaran akibat kenaikan BBM. Pemangkasan subsidi pupuk misalnya, cukup signifikan hingga 17,5%.

DPR Menolak Subsidi Pupuk dan Benih Dipotong Rp 3,1 Triliun

Pupuk dan Pertanian

Pupuk dan Pertanian

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mengatakan dalam APBN 2012 subsidi pupuk dialokasikan sebesar Rp 16,94 triliun, sedangkan di APBN Perubahan 2012 jumlahnya menjadi Rp 13,95 triliun atau terjadi pengurangan sebesar 17,6 % atau Rp 2,98 triliun.

Semenara itu subsidi benih, dalam APBN 2012 dipatok sebesar Rp 279,9 miliar, dalam APBN Perubahan 2012 mengalami penurunan sebesar 53,7% atau Rp 150,4 miliar menjadi Rp 129,5 miliar.

“Kalau pemotongan subsidi pupuk dan benih ini tetap dilakukan, maka akan menggerus kesejateraan petani. Padahal petani menanam padi untuk kepantingan nasional guna mengamankan pangan nasional,” kata Hermanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/3/2012).

Ia menegaskan menolak pemotongan subsidi pupuk dan benih yang dilakukan pemerintah melalui APBN-P. Akibat pemotongan ini jelas akan mengganggu target pencapaian surplus beras sebanyak 10 juta ton.

Hermanto meminta pemerintah agar dilakukan alokasi ulang sehingga subsidi pupuk dan benih tidak terlalu banyak pemangkasannya. Apalagi bila demi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

DPR Menolak Subsidi Pupuk dan Benih Dipotong Rp 3,1 Triliun

Sebagai gambaran, di dalam roadmap peningkatan produksi beras nasional (P2BN) menuju surplus beras 10 juta ton tahun 2014 secara jelas menyebutkan 4 alasan dilakukannya P2BN.

Pertama, permintaan beras terus meningkat sering dengan laju pertumbuhan penduduk. Kedua, perubahan iklim menjadi lebih ekstrim akibat pemanasan global berdampak pada terganggunya produksi pangan.

Ketiga, pasar beras dunia menjadi terbatas sehingga kita harus swasembada beras berkelanjutan dan memiliki cadangan beras yang memadai. Keempat, beras masih sebagai kontributor utama terhadap inflasi sehingga beras harus terkendali.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Subsidi Pupuk untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

”Subsidi untuk rakyat”, adalah slogan munafik yang sering kita lihat dan kita dengar di negara ini. Subsidi Pupuk untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?. Slogan ini dilabelkan dimana-mana, baik di spanduk, baliho, karung beras, karung pupuk, karung sembako, karung bantuan bencana, obat generik, mobil pertamina, stiker, media elektronik dan beragam media lainnya.

Subsidi untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?

Menjadi menarik dibahas adalah semua subsidi itu untuk siapa? Untuk apa semua itu dikeluarkan oleh negara dengan anggaran yang sangat besar? Tiap tahun sejak dari tahun 2007 sampai sekarang, negara mengeluarkan sekitar 200 trilyun rupiah untuk mensubsidi BBM. Belum lagi pastinya berapa untuk subsidi pupuk, beras, obat-obatan, listrik, transportasi dan sebagainya.

subsidi pupuk dan distributor pupuk

subsidi pupuk dan distributor pupuk

Kalaulah dihitung-hitung negara ini paling tidak tekor lebih-kurang 300 triliun rupiah pertahun untuk memberlakukan praktik subsidi. Padahal sudah menjadi rahasia umum, justru yang menikmati subsidi BBM dan subsidi lainnya adalah pengusaha, karena mereka sendiri pengguna BBM terbanyak. Subsidi pupuk dinikmati oleh produsen dan distributor.

Subsidi beras, gula, tepung terigu, kedelai dinikmati negara importir dan banyak lagi penikmat-penikmat lainnya yang tidak berhak. Bukankah selama ini subsidi juga dikorupsi oleh pejabat, pengusaha dan para pengambil kebijakan ditingkat pusat maupun di daerah.

Mencermati kondisi demikian, sekiranya uang subsidi 300 trilyun rupiah tersebut dibagi rata kepada setiap jiwa di Indonesia yang jumlahnya 250 juta jiwa, maka masing-masing jiwa di negara ini mendapat 1,2 juta rupiah pertahun.

Bahkan bila cukuplah orang miskin saja yang dihitung mendapatkan pembagian 300 triliun rupiah tersebut. Sesuai data Badan Pusat Satatistik (BPS) tahun 2011 orang miskin ada 30 juta jiwa, maka masing-masingnya menerima 10 juta rupiah pertahun. Namun andai 250 triliun rupiah saja yang dibagikan kepada seluruhnya orang miskin yang sudah dikatrol menjadi 50 juta jiwa, maka setiap orang miskin masih mendapatkan 5 juta rupiah pertahun. Jadi bila ada 5 jiwa dalam satu keluarga miskin, mereka menerima 25 juta rupiah pertahun.

Lalu bagaimana nasib 5 juta PNS dan abdi negara lainnya? Pemerintah tinggal mengkonversi sisa subsidi yang masih ada, yakni sejumlah 50 triliun lagi untuk mengimbangi inflasi, maka tunjangan kesejahteraan bagi setiap PNS bisa ditambahkan 10 juta pertahun. Sehingga mereka pun layak hidup dan bisa pula membeli kebutuhan pangan, sandang dan papan mereka sesuai dengan kebutuhannya.

Sebagai ilustarsi, pengalaman pasca gempa 2009 di Sumatera Barat, ternyata bantuan uang tunai sekitar 7,5 juta sampai 15 juta per rumah tangga, bisa membangun kembali rumah yang tadinya ambruk, menjadi rumah layak dan lebih bagus dibandingkan sebelum gempa.

Jadi secara prinsifnya, pemberlakuan bantuan langsung tunai (BLT) bagi negara yang menganut welfare tidak salah, bahkan sangat tepat. Dimanapun di dunia ini, distribusi kesejahteran memang harus adil, merata, jelas dan tepat sasaran. Sebab filosofis welfare state berarti negara tidak boleh tanggung-tangung dalam memenuhi kemaslahatan dan hajat hidup orang banyak.

Di negara maju sekalipun, penganut welfare state seperti Belanda dan German, orang-orang miskin di gaji buta oleh negara. Jadi negara berkewajiban menghidupi orang miskin, selain juga negara berkomitmen untuk mencarikan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya. Di Belanda misalnya tidak ada orang miskin, karena semua orang miskin sudah mendapatkan jaminan sosial yang layak dari negara. Namun begitu pula sebaliknya, negara pasti memberi ganjaran hukum bila gelandangan dan peminta-minta masih berkeliaran dijalanan.

Bagaimana Seharusnya Welfare di Indonesia?
Seharusnya Indonesia sebagai negara penganut welfare, melakukan hal yang sama dengan Belanda. Rakyat miskin juga di gaji buta oleh negara. Konsekuensinya, tentu negara harus menghukum gelandangan, pengamen dan peminta-minta yang masih praktek dijalanan, karena melanggar ketertiban umum dan keamanan publik.

Menghilangkan subsidi, menggantinya dengan jaminan hidup bagi rakyat miskin lebih baik dan sesuai konstitusi. Lagi pula, dalam kondisi ekonomi yang terpuruk. Saat ikan dipancing tidak ada, memberikan kail dan pancing justru tidak bermanfaat. Mengatasi ekonomi yang serba darurat, justru membutuhkan uang tunai. Kail dan pancing lebih tepat diberikan dalam kondisi ekonomi stabil. Uang tunai menjadikan rakyat lebih siap menghadapi semua kemungkinan terburuk, termasuk inflasi yang pasti terjadi, bila subsidi dihapus.

Membagi uang tunai nampaknya cukup ampuh sebagaimana yang dilakukan Presiden B.J Habibi ketika menaikkan suku bunga deposito dan tabungan hingga 60% pasca Suharto lengser. Logikanya, daripada meminjam uang ke rentenir asing, lebih baik mengumpulkan dana dari rakyat sekaligus memberikan keuntungan langsung dengan bunga yang tinggi kepada rakyat, ketimbang memberikan keuntungan serupa kepada rentenir asing.

Harapan kedepanya, supaya negara tidak terlalu banyak intervensi, biarlah semua harga menyesuaikan dengan harga pasar. Kalau perlu bensin delapan ribu perliter, beras 10 ribu perkilogram, bahkan biarkan semuanya bergerak naik. Sebab pupuk pabrikan kalau terlalu mahal, pasti tidak dibeli. Hal ini adalah lebih baik bagi petani, karena bisa merangsang mereka berpikir alternatif, yakni dengan mengoptimalkan pupuk organik murah yang semua bahannya tersedia langsung di alam dan langsung bisa pula diolah oleh petani itu sendiri.

Biarkan petani mengambil untung dari hasil yang mereka tanam. Logikanya dengan harga hasil panen yang semakin baik, maka pendapatan petani pasti meningkat. Semangat bertani mereka pun pasti pulih kembali. Bila nasib petani sudah baik, tentunya petani yang mayoritas di negara ini, pasti mampu beli BBM berapa pun harganya di pasaran.

Buruh dan pekerja kasar pabrikan biarlah pulang kampung, kembalilah bertani, karena harga produk pertanian menggairahkan Pilihannya adalah rakyat harus di halau untuk bertani, karena bertani adalah takdir Illahiyah.

Regulasi sektor pangan harus didukung oleh negara yang berpihak kepada petani. Tolak investasi asing, karena pasti tidak menguntungkan rakyat. Bahkan upaya nasionalisasi perusahaan asing wajib sesegeranya dilakukan, agar kekayaan alam di Indonesia ini tidak terkuras habis oleh bangsa asing. Jangan sampai minyak bumi, gas, batubara, emas, perak, tembaga, timah, besi, nikel dan barang tambang lainnya dikuasai oleh asing. Karena semuanya pasti dibawa kembali ke negara asalnya. Tinggalah kita “melongo” dan menikmati sampah-sampah bekas eksploitasi mereka, tumpukan ronsokan barang importir asing serta timbunan kerusakan lainnya yang terus-menerus pasti merusak jiwa dan raga anak bangsa dan sekaligus menjadi beban kerusakan lingkungan, bumi dan generasi di masa mendatang.

Indonesia adalah produsen minyak bumi dan gas alam (anggota OPEC), tetapi kenapa kita menjadi importir? Indonesia pemilik lahan sawit terbesar di dunia, tetapi bukan eksportir terbesar dunia. Hal ini menunjukkan, selama ini ekspor Indonesia hanya diasumsikan oleh pemerintah dengan statistik terus meningkat setiap tahun, tapi semuanya hanya diatas kertas.

Sementara dibalik semua itu, ternyata investor asing hanya menguras habis kekayaan Bumi Indonesia, lalu semua yang didapatkan, misalnya apa yang dieksploitasi oleh Caltek, Exson, Free Port dan ribuan perusahan asing lainnya – semuanya dalam bentuk bahan baku – dibawa langsung ke negara asalnya, diolah menjadi barang jadi dan ironisnya jadilah Indonesia sebagai negara pengimpor baru, membeli dengan harga mahal.

Demi rakyat dan untuk kestabilan harga, pemerintah dengan menggunakan uang rakyat, selanjutanya melakukan kebijakan praktek impor (BBM, beras, dll) dengan label subsidi. Sementara itu, nasib anak negeri disamping sumur eksploitasi tadi, hidup miskin dan menggenaskan. Sungguh tragis, nasib rakyat jelata di negeri ini, menjadi gembel ditengah-tengah sumber daya alam yang melimpah ruah. Bagaikan, “ayam mati di lumbung padi”.

Pada hal, bila subsidi dihapus, maka jiwa bertani para petani akan kembali pulih dan muncul kembali, karena harga pertanian membaik dan bersaing. Selama ini petani, tertidur karena harga produk pertanian yang tidak menguntungkan mereka. Imbas subsidi jelas-jelas membunuh jiwa mereka dan membuat mereka mati sebelum ajalnya.

Subsidi untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?

Membangun bangsa adalah membangun jiwanya, baru setelah itu adalah membangun badannya. Seperti yang diisyaratkan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Momentum Kebangkitan Bangsa setelah lebih seratus tahun, amat penting dihayati dan diimplementasikan, agar seluruh rakyat segera bangkit dari keterpurukan massal. Terutama kebangkitan kaum mudanya. Sebab yang bisa mempertahankan keutuhan sebuah bangsa adalah upaya terus menerus mematangkan dan mencerdaskan generasi mudanya. Jangan sampai bangsa ini tergadai terus ketangan asing, karena “tergadai” itu tidak lebih baik dari sebuah penjajahan, seperti halnya penjajahan di masa kolonial.

Luar biasa presentase kemunduran bangsa ini setelah satu abad lamanya. Karena faktanya sampai hari ini, hampir seluruh kekayaan bangsa ini tergadai dan masih terus digerogoti oleh kepentingan asing. Andai kita tahu, betapa nestapanya nasib bangsa ini, bukankah lebih enak dijajah terus oleh Belanda?. Subsidi pupuk untuk Siapa? Petani atau Distributor Pupuk ?.padangekspres.co.id

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Harga Pupuk Membumbung, Petani Malas Tanam Padi

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Harga pupuk di Kota Lewobola, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, melonjak drastis 20 persen. Kondisi itu membuat sejumlah petani enggan menanam padi. Alasannya biaya produksi padi menjadi mahal.

Harga Pupuk Membumbung, Petani Malas Tanam Padi

Pupuk dan Pertanian

Pupuk dan Pertanian

Harga pupuk kini dijual Rp100 ribu per-karung dari sebelumnya yang dipatok pemerintah Rp80 ribu.

Menurut Paul Bailon, petani di Lembata, harga pupuk terus merangkak naik sejak tiga bulan terakhir. Dan itu membuat dirinya tidak sanggup lagi menanam padi. Paul mengatakan untuk sekali bertanam padi saat ini dibutuhkan biaya pupuk sekitar Rp1 juta.

Kini, Paul dan sejumlah petani lainnya lebih memilih menanam jagung, kacang panjang, terung, atau kangkung yang biayanya tidak mahal. Paul dan para petani di Lembata berharap pemerintah bisa segera mengatasi kenaikan harga pupuk, sehingga mereka bisa kembali menanam padi.

Harga Pupuk Membumbung, Petani Malas Tanam Padi

Sayangnya pemerintah terkesan lamban. Hingga kini belum mampu menertibkan para penjual pupuk yang seenaknya mematok harga di atas patokan harga pemerintah.Metrotvnews.com

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

HET Pupuk dan Masalah Distribusi Pupuk

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita

Pemerintah bersikukuh untuk menaikkan harga pupuk urea mengingat rencana tersebut sudah dimasukkan dalam UU APBN 2012. Selain itu, diyakini bahwa langkah tersebut juga tidak akan membebani kalangan petani. Sementara kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea bersubsidi dan distribusi pupuk pada tahun ini sebesar Rp 200 per kilogram (kg) atau 12,5 persen dari harga sebelumnya.

HET Pupuk dan Masalah Distribusi Pupuk

Pupuk, kalau bukan karena langka di pengecer, harganya pasti melonjak. Walaupun pemerintah sudah menerapkan kebijakan pemberian subsidi untuk pupuk, petani tetap mengeluh. Penyakit kronis pupuk seolah menjadi problem tahunan yang mesti dihadapi petani kita. Pemerintah terkesan seperti tidak mengambil pelajaran dari kasus tersebut yang hampir selalu berulang setiap musim.

het pupuk dan distribusi pupuk

het pupuk dan distribusi pupuk

Produksi pupuk (urea) secara nasional mencapai 5,8 juta ton, sedangkan kebutuhan petani mencapai 5,7 juta ton. Ini berarti produksi pupuk dalam negeri mestinya mampu mencukupi kebutuhan petani. Kenapa sering terjadi kelangkaan pupuk, dan apa yang salah?

Problem tata niaga kemudian banyak disebut-sebut sebagai biang keladi persoalan kelangkaan tersebut. Potret tata niaga pupuk di negeri ini memang terbilang buram. Jika kita coba telusuri, tata niaga pupuk telah dibongkar-pasang berkali-kali. Perkembangan terakhirnya, pada 1997 dibentuk perusahaan induk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pupuk dengan Pusri memonopoli distribusi dan pemasarannya. Akhir 1998, tata niaga dibubarkan. Semua subsidi dihapus kecuali untuk penyaluran ke daerah terpencil. Pada tahun 2000, produsen kembali mendapat potongan harga gas, bahan baku utama pupuk. Setahun kemudian, tata niaga pupuk untuk tanaman pangan dan perkebunan rakyat diberlakukan lagi dengan Pusri memonopoli distribusinya.

Tahun 2003, sekali lagi tata niaga dirombak. Kali ini produsen tetap mendapat potongan harga gas, tapi monopoli Pusri dicabut. Gantinya diterapkan rayonisasi distribusi pupuk, satu atau beberapa provinsi untuk setiap produsen. Produsen wajib memasok pupuk ke distributor sampai ke tingkat kabupaten pada harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (SK-MPP) Nomor 356/2004 semakin memperkuat hal tersebut. Yang terbaru, menteri perdagangan telah mengeluarkan SK No 03/2006 yang mengatur sistem pengawasan distribusi terhadap pupuk bersubsidi tersebut.

Sistem distribusi pupuk seharusnya dipisahkan dari sistem produksi. Selama ini sistem distribusi dilakukan oleh pabrik-pabrik pupuk, paling tidak sampai di lini III. Di situ ada konflik kepentingan dan tidak efisien. Pemerintah harus memikirkan masalah itu. Semestinya, biarlah pabrik pupuk bertugas memproduksi saja. Soal distribusi pupuk biar ditangani institusi lain.

Terkait subsidi, ternyata petani tidak merasakan secara langsung program subsidi pupuk. Subsidi pupuk bagi petani tidak efektif, salah sasaran, bahkan memberatkan petani. Seharusnya subsidi pupuk dinikmati petani, kenyataannya justru dinikmati pihak tertentu seperti pedagang dan distributor.

Harga pupuk di tingkat petani tidak berkaitan langsung dengan harga pokok pabrik pupuk domestik. Pada pasar terbuka seperti saat ini, harga pupuk di tingkat petani ditentukan oleh harga paritas impornya. Pengalaman selama lima tahun terakhir membuktikan hal tersebut.

Jika harga pupuk di pasar internasional meningkat, maka untuk mengejar laba yang lebih tinggi, pabrik pupuk domestik cenderung mengekspor produknya. Akibatnya adalah pasokan pupuk di tingkat petani menjadi langka dan harganya pun meningkat sepadan dengan peningkatan harga pupuk internasional.

Petani mengharapkan pemerintah memberikan subsidi secara langsung. Sama halnya dengan subsidi lewat pemberian bantuan tunai langsung. Dengan begitu, pemerintah membantu petani tidak setengah-setengah, petani benar-benar merasakan langsung manfaat subsidi itu.

HET Pupuk dan Masalah Distribusi Pupuk

Oleh karena itu, format kebijakan subsidi gas bagi pabrik pupuk memang sudah saatnya diakhiri karena bisa menguntungkan pabrik pupuk dengan merugikan petani dan negara. Kebijakan ini tidak sesuai dengan misi awal pembangunan industri pupuk, yaitu untuk menunjang pembangunan pertanian nasional. Kebijakan pupuk nasional harus dirancang ulang sehingga lebih mendahulukan kepentingan petani dan upaya revitalisasi sektor pertanian. Opsi kebijakan yang lebih memihak petani dan pembangunan pertanian ialah memberikan subsidi pupuk langsung kepada petani seperti pada masa lalu.

Mekanisme subsidi bagi petani lebih baik dilakukan dengan meningkatkan harga pembelian gabah yang lebih tinggi. Konsekuensinya pabrik pupuk akan membeli gas pada harga pasar dan pada saat yang sama harga pupuk di tingkat petani akan naik. Ada tiga keuntungan dengan mekanisme ini. Pertama, petani akan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk di tingkat petani jauh lebih tinggi dari rekomendasi teknis. Kedua, berbagai studi menunjukkan bahwa petani lebih responsif terhadap insentif kenaikan harga pembelian gabah dibandingkan dengan kenaikan harga pupuk. Ketiga, bagi pabrik pupuk, perubahan mekanisme subsidi ini akan mendorong efisiensi karena membeli harga gas sesuai dengan harga pasar.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Perkebunan Sawit

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pupuk

Mari diskusi tentang Perkebunan Kelapa Sawit atau Kebunan Sawit.

Perkebunan Kelapa Sawit

Tanaman Kelapa sawit (Elaeis sp.) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.

Perkebunan Kelapa Sawit

Dapatkan pupuk untuk Teknologi Budidaya Kelapa Sawit di Toko Pupuk Online.

Harga pupuk NPK Mitrophoska, NPK Niphoska, dan SP 36 Ladang Subur berikut merupakan harga frangko gudang.

Biaya transportasi sangat dipengaruhi oleh jauh dekat lokasi anda

Tabel HARGA PUPUK

Harga Pupuk NPK dan SP 36

Harga pupuk pada tabel di atas adalah harga normal.
Terdapat harga khusus dengan diskon sangat menarik untuk transaksi pupuk dengan volume tertentu.

Pupuk-pupuk tersebut telah lama digunakan para petani kelapa sawit khususnya di daerah Sumatera.

Semoga berguna informasi Perkebunan Kelapa Sawit bagi anda.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Icon pupuk
berkualitas
Icon ijin PPI
kementan RI
Icon harga
terjangkau
Icon kirim
nusantara
Icon untung
dijual kembali
Icon no
minimum order
Icon cocok
semua tanaman
Icon Pupuk
Non Subsidi
Icon layanan
pasca jual