bidang pertanian masih minim Wirausaha Muda
Ini tentang bidang pertanian masih minim Wirausaha Muda.
Wirausaha di bidang pertanian masih minim, padahal pemerintah tengah gencar swasembada pangan dan ternak.
Hal ini diungkap Sandiaga S. Uno, Chief Executive Officer (CEO) PT Saratoga, dalam Talkshow Sumber Daya Manusia (SDM) Agribisnis Berkualitas Kebutuhan Siapa? hari ini di Jakarta Convention Center.
Talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian The 6th Agrinex Expo 2012 Agribusiness for All yang diselenggarakan berkat kerjasama antara Institut Pertanian Bogor (IPB), Performax dan Kementerian Pertanian.
bidang pertanian masih minim Wirausaha Muda
“Pemerintah selama ini telah menetapkan kebijakan berupa peningkatkan kebijakan produksi padi menjadi 5-7 juta ton per tahun dan swasembada gula, kedelai serta daging ternak. Mestinya ini menjadi peluang besar bagi entrepreneur untuk bergerak di sektor agribisnis. Namun hal ini tidak terjadi. Pengusaha muda lebih tertarik menggeluti usaha kontraktor, ekspor-impor, dan perdagangan,” ungkap Sandiaga.
Ironisnya lagi, kurang dari 10% pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang menekuni agribisnis. Padahal dari segi potensi dan peluang usaha agribisnis Indonesia sangat besar.
Kondisi ini terjadi karena Indonesia tidak memberikan ruang kondusif bagi kelahiran para wirausaha agribisnis. Acapkali ada entrepreneur baru yang mencoba bidang agribisnis harus terhenti karena terhambat berbagai aturan dan keterbatasan infrastruktur.
bidang pertanian masih minim Wirausaha Muda
“Kadang kita masih terjerat pikiran instan, maunya banyak wirausaha agribisnis yang terlahir. Menjadi wirausaha handal dan berhasil membutuhkan proses minimal 3-5 tahun berusaha. Bila sudah mapan bisnisnya, wirausahawan tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan dan menyumbang product domestic bruto (PDB),” lanjut Sandiaga.
Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr.Ir.Arif Imam Soeroso menekankan pentingnya pendidikan tinggi pertanian dalam meningkatkan kualitas SDM di bidang agribisnis.
“Belum majunya pertanian Indonesia karena minimnya akhlak mayoritas praktisi agribisnis dan pertanian. IPB berusaha memberikan bekal pada mahasiswanya berupa berbagai ilmu dasar, softskill, program-program kewirausahaan yang nanti sangat berharga ketika mereka lulus,” jelas Arif Imam.
Selain itu, katanya, Lulusan IPB banyak bergerak di berbagai bidang termasuk publistik. Dr. Arif Imam mengatakan hasil survei menunjukkan lulusan IPB 35% masih bergerak di bidang pertanian, 65% bergerak di bidang yang terkait pertanian.
“Kemampuan fleksibilitas lulusan IPB bekerja di berbagai bidang, ini menunjukkan keunggulan pendidikan IPB yang mampu menciptakan SDM handal dan bisa bergerak di berbagai sektor khususnya pertanian,” ujar Imam.Bisnis.com
loading...
Pencarian info :
- wirausaha pertanian | berwirausaha di bidang pertanian | bisnis toko pertanian | wirausaha bidang pertanian | peluang usaha toko pertanian | wirausaha dalam bidang pertanian | kewirausahaan dalam bidang pertanian | makalah kewirausahaan pertanian | wirausaha agribisnis | wira usaha pertanian | kewirausahaan di bidang pertanian | toko pertanian di bogor | kewirausahaan bidang pertanian | usaha toko tani | toko pertanian bogor | memulai usaha dibidang pertanian | wirausaha dalam pertanian | wirausaha di bidang pertanian | wirausaha dibidang pertanian | wira usaha toko pertanian |
Tags: agribisnis, bisnis, IPB, pengusaha, pertanian, wirausaha
Trackback from your site.

