Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu
Ini kabar tentang Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu.
Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu
Sejumlah pabrik gula di Jawa Barat masih kekurangan suplai bahan baku. Para petani kehilangan gairah menanam tebu di wilayah ini lantaran terus merugi.
Direktur PT PG Rajawali II Dwi Purnomo Putranto, Rabu (30/5), mengatakan, saat ini rata-rata musim giling di pabrik gula (PG) di Jabar ialah 97-125 hari. Masa giling ini terhitung pendek jika dibandingkan dengan masa giling di daerah lain seperti Jawa Timur yang bisa 150 hari.
“Kondisi ini yang harus diperbaiki. Jika modernisasi alat dilakukan namun suplai tebu dari petani kurang, pabrik juga tak optimal beroperasi,” kata Dwi. Untuk merangsang minat petani tebu menanami lahannya, PT PG Rajawali II menawarkan bantuan modal berupa bibit, pupuk, dan traktor untuk pengolahan lahan petani.
Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu
“Syaratnya, selama tiga tahun mereka dikontrak untuk mengirimkan hasil panen tebunya ke pabrik kami, sehingga suplai terjamin,” kata Dwi.
Sebagai gambaran, untuk PG Karangsuwung di Cirebon, misalnya, menyerap 1.400 ton tebu per hari. Dengan rendemen 7 persen dihasilkan sekitar 105 ton gula per hari atau 12.000 ton gula dalam masa giling 120 hari.
Data dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Cirebon menyebutkan, luas areal tanam tebu di kabupaten ini rata-rata 9.000 hektar (ha) per tahun. Untuk bisa memenuhi masa giling sampai 150 hari, idealnya luas areal 10.000 ha atau lebih.
kompas
Demikian kabar tentang Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu.
loading...
Pencarian info :
Tags: gula, jawa barat, masa giling, pabrik gula, petani rugi, tebu
Trackback from your site.
