Ternyata Serapan Pupuk Urea di tahun 2012 Dinilai Rendah

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita, Pertanian

Kabar tentang Serapan Pupuk Urea Dinilai Rendah.

Produksi dan ketersediaan pupuk tidak berbanding lurus dengan serapan pupuk urea PT Pupuk Kujang selama Januari hingga Desember 2012. Pasalnya, serapan pupuk urea selama 2012 hanya mencapai 842.281,66 ton akibat musim kemarau panjang dan kecenderungan petani menggunakan pupuk berimbang. Sementara target penyerapan yang telah ditetapkan pada tahun 2012 mencapai 922.870 ton.

“Penyerapan pupuk tidak sesuai dengan target dan hanya mencapai 91,3 persen sehingga tidak mencapai target yang telah ditetapkan,” kata GM Produksi PT Pupuk Kujang Listiawan Adi Prasisto.

Rendahnya penyerapan pupuk sepanjang tahun 2012, Adi menilai, dimungkinkan akibat musim kemarau dan rendahnya penyerapan anggaran disebabkan juga oleh perubahan prilaku petani yang mulai menyukai penggunaan pupuk NPK. Dari data yang ada, katanya, serapan pupuk NPK sepanjang 2012 melampaui target dengan penjualan sebanyak 167.261 ton atau 105 persen dari target 159.000 ton.

“Indikasi ke arah itu terlihat dari meningkatnya serapan pupuk NPK pada tahun 2012 yang menembus angka 167.261 ton atau 105 persen dari target sebesar 159.000 ton,” terangnya.

Selanjutnya serapan pupuk organik sebanyak 39.079,26 ton atau 130 persen dari target sebanyak 30.000 ton. Sementara serapan pupuk urea dan amoniak masih dibawah target dari yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, PT Pupuk Kujang menyatakan tetap berupaya keras agar produksi pupuk dari pabrik yang dimilikinya tetap terjaga untuk mendukung program ketahanan pangan yang telah dicanangkan pemerintah sejak awal tahun 2013 silam. “Kita terus berupaya meningkatkan penyerapan dan kita akan terus meningkatkan sosialisasi,” katanya.

JPNN

Demikian lah tentang Serapan Pupuk Urea Dinilai Rendah

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Hemat Pupuk dengan Sabut Kelapa

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita, Pertanian

Tentang penghematan pupuk melalui aplikasi sabut kelapa / coco peat.

Serbuk sabut kelapa atau dalam perdagangan internasional disebut coco peat, hasil samping dari usaha pengolahan serat sabut kelapa (coco fiber), tidak hanya efektif mempercepat kinerja pertumbuhan tanaman. Lebih dari itu, fungsi lainnya ternyata juga menghemat penggunaan pupuk pada tanaman hingga 50 persen.

“Berdasarkan uji coba dan simulasi yang dilakukan teman-teman di berbagai daerah, coco peat terbukti dapat menghemat penggunaan pupuk hingga 50 persen,” ungkap Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) Ady Indra Pawennari dalam siaran persnya di Jakarta.

Menurut Ady, kemampuan serbuk sabut kelapa menyerap dan menyimpan air 300 persen lebih dari kemampuan lahan menjadikan pupuk yang diberikan pada tanaman tidak tergerus air pada saat penyiraman atau hanyut pada saat hujan.

sabut kelapa

“Ini sudah diuji coba pada berbagai jenis tanaman. Misalnya, tanaman sayur-sayuran, ubi kayu, padi, kelapa sawit, dan kayu. Hasilnya luar biasa. Pupuk yang diberikan pada tanaman tidak menguap dan terbawa air,” ulasnya.

Ady menceritakan pengalaman temannya, Imam Wibawa, di Sungai Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang bercocok tanam menggunakan serbuk sabut kelapa sebagai media tanam, tanpa menggunakan tanah sedikit pun. Dengan modal polybag yang diisi serbuk sabut kelapa, ia sukses memanen cabe 500 kilogram di areal seluas 500 meter persegi di belakang rumahnya.

Sementara itu, Nando, di Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, berhasil melewati hadangan kemarau panjang berkat kinerja serbuk sabut kelapa yang dapat menghambat terjadinya penguapan air.

“Berkat coco peat, tanaman padi di sawah tadah hujan mampu tumbuh survive meski dihadang kemarau panjang. Sawah yang diberi coco peat tanahnya selalu gembur, sejuk dan subur, sehingga tanaman padi bisa tumbuh normal,” kata Ady.

Cerita lainnya berasal dari Kadek di Krui, Kabupaten Pesisir Selatan, Lampung. Benih kelapa sawit yang ditanam menggunakan media tanam serbuk sabut kelapa mengalami pertumbuhan yang cukup mencengangkan. Pada usia tanam 1,5 tahun, tingginya mencapai 2,5 meter.

Adapun benih kelapa sawit yang ditanam langsung ke tanah, tanpa menggunakan coco peat, tingginya hanya 1 meter. Atas fakta dan pengalaman dari berbagai daerah, tambah Ady, AISKI terus mengampanyekan penggunaan serbuk sabut kelapa untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Minggu ini, AISKI menyurati Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk menawarkan penggunaan serbuk sabut kelapa sebagai media tanam dan bahan baku untuk pembuatan pupuk organik.

Sebagaimana diketahui, serbuk sabut kelapa memiliki kandungan Trichoderma molds, sejenis enzim dari jamur yang dapat mengurangi penyakit dalam tanah, menjaga tanah tetap gembur, subur dan memudahkan akar baru tumbuh dengan cepat dan lebat.

Selain itu, ia juga memiliki pori-pori yang memudahkan terjadinya pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Di dalam serbuk sabut kelapa juga terkandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman, berupa kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Kompas

Ternyata demikian tentang upaya hemat pupuk dengan sabut kelapa / coco peat.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Koperasi : 50% hasil pertanian global dipasarkan dengan koperasi

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pertanian

Ulasan tentang Koperasi : 50% hasil pertanian global dipasarkan dengan koperasi .

Koperasi : 50% hasil pertanian global dipasarkan dengan koperasi

International Labour Organization memperkirakan 50% hasil pertanian global dipasarkan melalui lembaga koperasi. Bahkan, koperasi diprediksi menyediakan sedikitnya 100 juta lapangan kerja di seluruh dunia.

“Koperasi memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi, terutama dalam pembangunan pertanian di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ujar Direktur International Labour Organization (ILO) Jakarta Peter van Rooij hari ini Selasa (12/6).

Di Indonesia, ada 192.443 koperasi sampai dengan Mei 2012 dengan jumlah keseluruhan anggota mencapai 33,68 juta atau 14,14% dari seluruh penduduk.

Koperasi : 50% hasil pertanian global dipasarkan dengan koperasi

Dia menjelaskan sekitar 70% berada di daerah perdesaan, sehingga memiliki potensi besar dalam pembangunan wilayah tersebut.

Gerakan koperasi di Indonesia dinilai sebagai satu organisasi masyarakat dan usaha sosial terbesar yang memiliki potensi besar dalam pembangunan perdesaan dan penciptaan lapangan kerja,” tuturnya.

Tahun Koperasi Internasional dideklarasikan oleh PBB untuk menarik perhatian dan mendorong aksi terhadap berbagai masalah utama.

Tahun ini, Peter menambahkan diharapkan pemahaman masyarakat dapat ditingkatkan mengenai kontribusi besar koperasi dalam mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan integrasi sosial.

Bahkan, tahun ini pun akan menyoroti kekuatan usaha koperasi sebagai model usaha yang menjadi alternatif dalam menjalankan usaha dan meningkatkan pembangunan sosio-ekonomi.
bisnis.com

Demikian tentang Koperasi : 50% hasil pertanian global dipasarkan dengan koperasi.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Pertanian Indonesia butuh 36.000 penyuluh pertanian

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pertanian

Ini tentang Pertanian Indonesia butuh 36.000 penyuluh pertanian.

Pertanian Indonesia butuh 36.000 penyuluh pertanian

Indonesia masih kekurangan 36.000 orang penyuluh pertanian agar setiap desa memiliki satu tenaga penyuluh, karena saat ini baru ada 53.000 penyuluh.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan dari 53.000 penyuluh pertanian saat ini terdiri dari 28.000 penyuluh berstatus PNS dan 23.000 tenaga harian lepas.

“Memang kekurangan penyuluh pertanian di lapangan yang mendampingi petani. Kalau satu desa satu penyuluh, maka masih kurang sekitar 36.000 tenaga penyuluh pertanian,” ujarnya, hari ini.

Namun, Kementerian Pertanian membuat wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP) yang dapat mencakup 2-4 desa. Oleh karena itu, satu tenaga penyuluh pertanian bertanggung jawab terhadap 2-4 desa.

Selain itu, dari 53.000 tenaga penyuluh pertanian, hanya 35.000 penyuluh yang langsung melakukan pendampingan terhadap petani.

Kementerian Pertanian mencatat saat ini, terdapat sekitar 75.000 desa di seluruh wilayah Indonesia.
Kendati masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian, dia mengharapkan penyuluh yang sudah ada saat ini dapat mengoptimalkan produksi pangan di dalam negeri.

Dia menambahkan program satu desa satu penyuluh masih tetap dilaksanakan secara bertahap. “Jumlah penyuluh pertanian seharusnya sebanyak 75.000 penyuluh sesuai denga jumlah desa. Penyuluha pertanian saat ini hanya sekitar 53.000 orang.”

Pertanian Indonesia butuh 36.000 penyuluh pertanian

Momon memaparkan saat ini tenaga penyuluh pertanian dikelola oleh pemerintah daerah berbeda dengan sebelumnya pada masa orde baru yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat. Hal itu menyebabkan ada perubahan dari sisi dukungan pembiayaan.

Dia mengakui ada penurunan jumlah penyuluh pertanian, karena beberapa sudah pensiun, sehingga menyebabkan penyuluhan pertanian belum dilakukan optimal di lapangan.

Namun, saat ini pihaknya sudah membentuk badan koordinasi penyuluh (bakorluh) di 22 provinsi. Menurutnya, 74% kecamatan di seluruh Indonesia telah memiliki kelembagaan penyuluh. Adapun, jumlah penyuluh pertanian yang berstatus PNS, katanya, semakin turun.
bisnis.com

itulah Pertanian Indonesia butuh 36.000 penyuluh pertanian.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Pelindo III : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita, Pertanian

Berikut kabar tentang Pelindo 3 : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar.
.

Pelindo 3 : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) berkomitmen mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi dengan  layanan bongkar muat yang baik di seluruh wilayah kerjanya, kata Manajer Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak Edwardnul Djohar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kinerja PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak yang bertindak sebagai perusahaan bongkar muat (PBM) dengan membongkar pupuk subsidi sejumlah 32.412 ton, katanya dalam siaran pers di Surabaya, Jumat (18/5).

“Hal tersebut sesuai dengan hasil ‘draft survey’ oleh surveyor yang ditunjuk yaitu surveyor CPI (dari PKT) dan Carsurindo (dari Berdikari Group),” ujarnya.

Menurut dia, pembongkaran pupuk bersubsidi yang dilaksanakan secara perdana pada Rabu (16/5) tersebut dilakukan berdasarkan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Pelindo III (Persero) dengan PT Pupuk Indonesia.

“Jalinan kerja sama itu merupakan komitmen kedua BUMN dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk ke Kawasan Indonesia Timur. MoU itu ditandatangani kedua belah pihak pada Senin (7/5), di Kantor Pusat PT Pelindo III (Persero),” katanya.

Pelindo 3 : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar

Pembongkaran pupuk perdana tersebut, tambah dia, dimuat oleh MV Trans Tenang voyage 3-2012 dan dikerjakan menggunakan empat crane kapal agar mencapai produktivitas bongkar muat. Kinerja itu sengaja direalisasikan sesuai yang ditargetkan oleh pihak Otoritas Pelabuhan.

“Lalu hasil bongkaran dari kapal akan dikirim langsung ke gudang penampung. Untuk kegiatan bongkaran PT Berdikari menyediakan empat gudang penampung, yakni Gudang UPP Pusri berkapasitas 1.500 ton, Tambak Langon 22 berkapasitas 1.500 ton, Tambak Langon 28 berkapasitas 1.500 ton, dan Margomulyo berkapasitas 1.000 ton,” tukasnya.

Saat ini, kata dia, gudang yang sudah siap hanya UPP Pusri dan Tambak Langon 28. Kemudian pupuk akan disimpan di gudang PKT setelah dilakukan proses “bagging” di gudang penampung guna memenuhi kebutuhan pupuk subsidi di wilayah Jawa Timur.

“Kami yakin produktivitas bongkar pupuk ini mencapai 6.000 ton per hari dan semua proses bongkar muat memerlukan waktu lebih dari lima hari. Hal itu biasa dicapai jika cuaca baik dan jumlah truk yang disediakan oleh PT Berdikari cukup,” katanya.

Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto mengemukakan, kinerja perusahaan itu merupakan wujud nyata dalam mendukung pembangunan di daerah.

“Apalagi peran pelabuhan penting mengingat sebagian besar distribusi logistik di Indonesia menggunakan angkutan laut,” tutur dia.

Ia optimistis dengan ketersediaan fasilitas baik berupa infrastruktur, peralatan maupun layanan berkualitas dapat memperlancar proses distribusi barang kepada masyarakat. “Di samping itu, kerja sama tersebut juga merealisasikan sinergi antar BUMN di Indonesia,” katanya.
Mediaindonesia

Demikian kabar kabari mengenai Pelindo 3 : Dukung Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pertanian

Ini kabar tentang Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu.

Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu

Sejumlah pabrik gula di Jawa Barat masih kekurangan suplai bahan baku. Para petani kehilangan gairah menanam tebu di wilayah ini lantaran terus merugi.

Direktur PT PG Rajawali II Dwi Purnomo Putranto, Rabu (30/5), mengatakan, saat ini rata-rata musim giling di pabrik gula (PG) di Jabar ialah 97-125 hari. Masa giling ini terhitung pendek jika dibandingkan dengan masa giling di daerah lain seperti Jawa Timur yang bisa 150 hari.

“Kondisi ini yang harus diperbaiki. Jika modernisasi alat dilakukan namun suplai tebu dari petani kurang, pabrik juga tak optimal beroperasi,” kata Dwi. Untuk merangsang minat petani tebu menanami lahannya, PT PG Rajawali II menawarkan bantuan modal berupa bibit, pupuk, dan traktor untuk pengolahan lahan petani.

Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu

“Syaratnya, selama tiga tahun mereka dikontrak untuk mengirimkan hasil panen tebunya ke pabrik kami, sehingga suplai terjamin,” kata Dwi.

Sebagai gambaran, untuk PG Karangsuwung di Cirebon, misalnya, menyerap 1.400 ton tebu per hari. Dengan rendemen 7 persen dihasilkan sekitar 105 ton gula per hari atau 12.000 ton gula dalam masa giling 120 hari.

Data dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Cirebon menyebutkan, luas areal tanam tebu di kabupaten ini rata-rata 9.000 hektar (ha) per tahun. Untuk bisa memenuhi masa giling sampai 150 hari, idealnya luas areal 10.000 ha atau lebih.
kompas

Demikian kabar tentang Pabrik Gula keKurangan Suplai Tebu.

GD Star Rating
loading...

Mesuji : Petani Menyesalkan Anarki pada Register 45 Mesuji

Written by Toko Pupuk on . Posted in Berita, Pertanian

Ini kabar tentang Mesuji : Petani Menyesalkan Anarki pada Register 45 Mesuji.

Mesuji : Petani Menyesalkan Anarki pada Register 45 Mesuji

Persatuan Petani Moro-Moro Way Serdang, Mesuji, menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok perambah Register 45, Mesuji, Lampung.

Sekretaris Jenderal Persatuan Petani Moro-Moro Way Serdang (PPMWS) Syahrul Sidin mengimbau sejumlah pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindak kekerasan, khususnya di daerah konflik agraria hutan Register 45. “Kekerasan hanya akan melanggengkan spiral kekerasan. Saatnya kita untuk mengedepankan cara-cara yang beradab dalam menyelesaikan berbagai persoalan itu,” kata Syahrul, Senin (28/5/2012), di Bandar Lampung.

Mesuji : Petani Menyesalkan Anarki pada Register 45 Mesuji

Perwakilan kelompok petani yang juga menggarap lahan di Register 45 ini menyatakan memahami kondisi psikologis para petani di Register 45. Hanya saja, kata Syahrul, melakukan kekerasan sama saja dengan terus menambah masalah.

PPMWS berharap pemerintah menelurkan kebijakan prorakyat dan menghormati hak asasi manusia. Konflik di Register 45 adalah konflik yang sudah berlangsung belasan tahun tanpa penyelesaian yang memadai.
Kompas

Yup, itulah kabar tentang Mesuji : Petani Menyesalkan Anarki pada Register 45 Mesuji.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Petani Dilarang Membabat Pohon Jambu Getas Merah

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pertanian

Ini kabar tentang Petani Dilarang Membabat Pohon Jambu Getas Merah.

Petani Dilarang Membabat Pohon Jambu Getas Merah

Petani jambu getas merah di Kecamatan Sukorejo, Pagergunung, Patean dan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, diminta tidak lagi menebang pohon produktif. Penebangan massal yang dilakukan petani sejak 2011 lalu menyebabkan sekitar 500 hektar tanaman pohon jambu tidak berbekas lagi. Seluas 1 hektar ditanami 400-500 pohon jambu getas.

Kepala Seksi Produksi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kendal Pandu Rapiat Rogojati, Rabu (30/5/2012), menjelaskan, penebangan pohon jambu getas merah dipicu kelebihan produksi saat panen pertengahan 2011.

Produksi yang berlebihan menyebabkan banyak buah jambu merah tidak laku dan membusuk. “Bahkan, kalaupun dijual ketika itu, harganya anjlok hanya Rp 300 per kilogram,” kata Pandu.

Petani Dilarang Membabat Pohon Jambu Getas Merah

Pandu mengatakan, salah faktor pihaknya mencegah petani menebang pohon jambu biji adalah setelah aksi penebangan massal itu, produksi jambu di tingkat petani sudah berimbang. Permintaan pasar yang stabil menaikkan harga jual jambu di pasaran.

Komoditas jambu getas merah menjadi andalah petani di dataran tinggi di kawasan Gunung Perahu, Kendal bagian selatan, yang berbatasan dengan Temanggung.

Jambu getas merah naik daun karena buahnya mengandung vitamin, glikosida quersetin, minyak atsiri, dan asam uroslat yang, antara lain, berguna membantu menaikkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol, dan membantu mengurangi serangan jantung.
Kompas

Demikianlah kabar tentang Petani Dilarang Membabat Pohon Jambu Getas Merah.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Pakan Murah Untuk Pembibitan Sapi Potong

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pertanian

Kabar kabari tentang Pakan Murah Untuk Pembibitan Sapi Potong.

Pakan Murah Untuk Pembibitan Sapi Potong

Limbah maupun hasil ikutan dari tanaman pangan dan perkebunan dapat diolah menjadi pakan murah untuk usaha pembibitan sapi potong. Limbah seperti jerami, dedak padi, kulit kopi, kulit kakao, tumpi jagung, bungkil kapok, kulit kacang tanah, dan sebagainya, dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan sapi yang potensial untuk usaha penggemukan dan pembibitan.

pakan dan sapi potong

Agar peternak sapi potong dapat memperoleh hasil yang maksimal, perlu ditunjang dengan manajemen pemberian pakan yang memadai. Usaha peternakan sapi di Indonesia 90% dilakukan oleh peternakan rakyat dengan sistem pemeliharaan induk anak yang pada umumnya belum menerapkan konsep usaha intensif yang menghasilkan ternak bakalan atau pedet.

Pakan Murah Untuk Pembibitan Sapi Potong

Kurangnya pemodal untuk menggeluti usaha peternakan ini karena membutuhkan waktu pemeliharan cukup panjang sehingga dianggap kurang ekonomis dan kurang menarik. Teknis pengembangan agribisnis sapi pola integrasi tanaman pangan dan perkebunan biaya murah dengan memanfaatkan limbah tanaman pangan/perkebunan memanfaatkan sumber pakan biomas lokal.

Para peneliti Loka Penelitian Sapi Potong telah melakukan serangkaian penelitian untuk menemukan suatu ransum pakan ternak, khususnya untuk pakan terak lengkap, konsentrat sapi potong maupun suplemen. Pakan-pakan ini bebeda peruntukannya untuk masing-masing sapi, sehingga diperlukan manajemen dalam pemberiannya, khususnya untuk sapi sapihan, sapi dara, sapi bunting tua maupun sapi saat menyusui.

Untuk pemodal yang berminat dalam usaha pembibitan ternak, informasi ini bisa dipertimbangkan untuk dicoba.

Demikian itu berita Pakan Murah Untuk Pembibitan Sapi Potong.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

KRPL : Kawasan Rumah Pangan Lestari

Written by Toko Pupuk on . Posted in Pertanian

Ini tentang KRPL yakni Kawasan Rumah Pangan Lestari.

KRPL : Kawasan Rumah Pangan Lestari

Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) semakin banyak diterapkan. Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Moarojambi, Jambi, salah satu desa binaan KRPL yang tergolong berhasil menerapkannya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono dan rombongan, berkesempatan mengunjungi dan melakukan panen varietas-varietas yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian yaitu Padi Varietas Ciherang dan Timun Varietas Pluto yang dikembangkan oleh BPTP Jambi di Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) desa itu.

kawasan rumah pangan lestari

Selain padi dan timun, berbagai sayuran seperti terong, cabai rawit, cabai besar, kacang panjang dan pare ditanam dengan memanfaatkan tanggul kolam ikan untuk sayuran, yang merupakan sebagian dari konsep diversifikasi pangan.

KRPL : Kawasan Rumah Pangan Lestari

Menteri Pertanian Dr. Suswono sangat terkesan dengan replikasi KRPL di desa tersebut karena dari hanya 20 rumah pada saat pertama dibangun KRPL, dalam waktu 3,5 bulan sudah direplikasi oleh masyarakat menjadi 92 rumah. Mentan pun menyatakan agar lahan sempit lebih menonjolkan budidaya vertikultur dan lahan yang luas dibuat bedengan, kolam ikan, serta kandang ayam.

Lahan di pulau Jawa jauh lebih sempit daripada di Desa Pudak ini, sehingga pemanfaatannya dapat lebih banyak. Mentan berharap, setelah panen petani jangan selalu tergantung dengan Kebun Bibit Desa, tetapi setiap keluarga dapat menanam dan mengusahakan bibit sendiri untuk kelanjutan Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Demikianlah kabar kabari KRPL : Kawasan Rumah Pangan Lestari.

GD Star Rating
loading...

Pencarian info :

Icon pupuk
berkualitas
Icon ijin PPI
kementan RI
Icon harga
terjangkau
Icon kirim
nusantara
Icon untung
dijual kembali
Icon no
minimum order
Icon cocok
semua tanaman
Icon Pupuk
Non Subsidi
Icon layanan
pasca jual