Tips Agar Padi Berbuah Lebat

Tips Agar Padi Berbuah Lebat

TIPS AGAR PADI BERBUAH LEBAT– Saat padi mulai ditanam, dan saat mulai berkembang dan tumbuh, disamping pertumbuhannya itu tanaman padi maka akan tumbuh juga hama atau inang yang dapat mengganggu tanaman padi.

Maupun tanaman pengganggu lainnya, seperti hal gulma, atau bila padi dapat tumbuh subur maka tak heran rumput gulma pun juga akan ikut tumbuh subur diklarenakan dapat zat gizi yang terbagi oleh tanah yang mengandung cukup unsur hara yang sebenarnya dikhusukan untuk tanaman padi. Tapi ini secara otomatis ya.. jadi harus segera di tanggulangi.

Dengan cara ini agar bulir padi berisi semua, dan terbukti efektif akan mencoba untuk kita bahas pada panduan berikut secara detail.

Pada tanaman padi yang terdapat dalam tiga fase tersebut secara bervariasi yaitu,
– fase vegetatif
– fase generatif
– fase pemasakan

Pada ketiga fase, kebutuhan air, nutrisi dan hormon pada ketiga fase dalam pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan. Yaitu fase keluarnya bulir padi yang digolongkan dalam fase generatif, yang dimana fase generatif ini merupakan fase pembentukan organ reproduktif atau perkembangbiakan.

Dalam fase ini membutuhkan waktu 35 hari setelah fase vegetatif lambat yang terlewati adalah : Pembentukan bakal malai ( primordia ) masa bunting dan pembungaan. Pada fase generatif inilah, suatu komponen hasil seperti jumlah malai per satuan yang luas dan jumlah gabah per – malai terbentuk.

-FASE PRIMORDIA-

Tips Agar padi berbuah lebat

Dimana agar bulir padi berisi semua yaitu dengan memulainya fase primordia, disebut juga sebagai inisiasi malai, yaitu dimana tahap dimulainya untuk proses pembentukan malai itu sendiri sampai malai terbentuk sempurna.
Pada tahap ini panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah dalam satu malai akan terbentuk sempurna.

Pada tahap ini panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah, yang akan di isi pada fase selanjutnya akan dibentuk dengan baik. Ketersediaan unsur hara, air dan juga hormon tanaman yang tidak dapat mencukupi selama tahap ini lah akan menyebabkan atau mempengaruhi panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah dalam satu malai yang terbentuk tidak maksimal.

Sekalipun varietas yang ditanam memiliki jumlah butir per / malai tinggi > 200 butir
sehingga air harus tersedia dan pemberian pupuk susulan beserta pemberian hormone tanaman yang dilakukan sebelum masa primordia, intesitas sinar matahari pada tahap ini yang akan mempengaruhi ukuran gabah yang terbentuk.

Berikut =

Tahap ini merupakan masa kritis kedua, yang diaman alam ketersediaan air dan hormone pada tanaman sangat – sangat dibutuhkan untuk proses pembungaan. Air diupayakan untuk bisa setinggi 3 – 5 cm dan dibiarkan sampai pada tahap pengisian gabah selesai.

FASE BUNTING
setelah fase primordia, malai padi muda yang mengalami peningkatan bentuk dan ukuran yang berkembang keatas didalam pelepah daun inilah yang biasa disebut bunting.

FASE PEMBUNGAAN
Merupakan tahapan keluarnya malai padi sampai dengan terjadinya persarian. Didalam satu rumpun, dan diperlukan waktu 10 sampai dengan 14 hari bagi malai untuk keluar.

Dengan lamanya metode itulah disebabkan perbedaan sebuah laju perkembangan diantara individu tanaman dalam satu rumpun yang sama. Dan apabila 50% malai telah keluar, maka pertanaman dianggap sudah dalam fase pembungaan. Sehari setelah malai keluar. Maka terjadilah pembuahan

Dalam satu pembuahan memakan waktu sampai dengan 5 hari lamanya.

Sekian dari kami produsen pupuk organik mikroba 0819 – 2939 – 2929 konsultasi kami gratiss via whatsapp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *